Kamis, 9 April 2020

Ujian Nasional Dihapus Nadiem Makarim, Cara Menilai Siswa Jadi Wacana

- 12 Desember 2019, 16:47 WIB
SISWA SMP Negeri 3 Cisayong belajar di teras sekolahnya di Kampung Langkob, Desa Sukajadi, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, Senin, 19 Agustus 2019. Minimnya ruang kelas membuat siswa belajar di teras, selasar dan menumpang di bangunan sekolah dasar.* /BAMBANG ARIFIANTO/PR

BANDUNG, (PR).- Wacana penghapusan Ujian Nasional dalam rangkaian jenjang pendidikan di Indonesia dinilai tepat. Namun, masih perlu dijabarkan secara rinci bagaimana sistem yang akan diterapkan sebagai penggantinya.

"Apa yang dilakukan menteri sudah di track yang benar, karena UN mengarahkan kita untuk menjadi lulusan yang teoritis," ujar pakar pendidikan dari Universitas Pendidikan Indonesia, Ace Suryadi, Kamis 12 Desember 2019.

Pernyataan tersebut menanggapi konsep Merdeka Belajar yang dilontarkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim.

Baca Juga: Hapus Ujian Nasional, Nadiem Makarim Dapat Dukungan PSI

Terdapat empat poin utama kebijakan yang diwacanakan. Salah satunya adalah penghapusan UN pada tahun 2021 mendatang.

Sebagai pengganti, diberlakukan pemantauan kompetensi minimum dan survei karakter. Kebijakan baru ini disiapkan karena UN dinilai cenderung mengajak siswa untuk menghafal, bukan pembelajaran yang sesungguhnya.

Baca Juga: KPAI Kritisi Kebijakan Kuota Zonasi Murni PPDB yang Turun sebagai Langkah Mundur Mendikbud Nadiem Makarim

Hal senada dikemukakan Ace. Dengan adanya UN, siswa digiring untuk menjadi teoritis.

Sementara pembelajaran yang berorientasi teori belum tentu mampu meningkatkan mutu pendidikan. Di sisi lain, pengetahuan atau materi aplikatif memberikan peran yang lebih besar.

Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X