Lebih Banyak Analisis, Ujian Pengganti UN Tak Mengandung Soal Hafalan

- 11 Desember 2019, 16:48 WIB
PESERTA mengerjakan soal Bahasa Indonesia saat mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) SMPN di Kota Bandung, 2018 lalu.* /DOK PIKIRAN RAKYAT

JAKARTA, (PR).- Plt Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah/Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendikbud, Totok Suprayitno mengatakan bahwa bentuk ujian pengganti UN sudah dikaji sejak 2017. Dengan demikian, kepastian menghapus UN pada 2021 bukanlah kebijakan yang mendadak.

Menurut dia, nama baru dari sistem penilaian pengganti UN segera dibuat. Kendati demikian, secara mendasar, bentuknya hampir sama dengan Asesmen Kompetensi Siswa Indonesia (AKSI) yang selama ini dipakai oleh internal Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendikbud untuk mengukur kompetensi pelajar. 

“AKSI itu kira-kira embrionya, nanti kami buat nomenklaturnya agar mudah diingat. Tesnya tidak ada per mata pelajaran. Subtansi literasi pemahaman bahasa, menggunakan nalar memahami sebuah wacana. Substansi bisa soal IPA, Sejarah, dan lain-lain. Tidak ada hafalan, lebih analisis penalaran,” ujar Totok di Jakarta, Rabu 11 Desember 2019.

Baca Juga: Mendikbud Nadiem Makarim Tambah Kuota Jalur Prestasi PPDB Sampai Dua Kali Lipat

Wacana menghapus UN sudah bergulir sejak 2-3 tahun lalu. Pasalnya, UN sudah kehilangan fungsi setelah tidak lagi dijadikan alat penentu kelulusan pelajar pada 2016. Dengan demikian, manfaat dari penyelenggaraan UN tidak lagi berdampak signifikan bagi pelajar ataupun sekolah. 

Pada 2018, Mendikbud Muhadjir Effendy yang sekarang menjadi Menko PMK juga sempat mendiskusikan rencana penghapusan UN dengan Komisi X DPR. Kendati demikian, diskusi tersebut tidak berujung pada implementasi kebijakan karena mendapat tanggapan bereagam dari masyarakat. Guru dan siswa banyak yang mendukung, tetapi tidak sedikit juga dari politisi dan akademisi yang menolak UN dihapus.*** 

Editor: Gugum Rachmat Gumilar


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X