Pendidikan Tiongkok Berada di Peringkat Pertama Menurut PISA, Profesor Harvard Skeptis Melihat Hasil Tes

- 11 Desember 2019, 10:26 WIB
FOTO ilustrasi wanita Tiongkok.*/THOMAS PETER/REUTERS /null

PIKIRAN RAKYAT - Survei kemampuan belajar yang dilakukan Programme for International Student Assessment (PISA), pada Desember 2019 menunjukkan bahwa kualitas pendidikan di Indonesia menempati peringkat ke 72 dari 77 negara. Pengamat menilai kompetensi guru, kreativitas murid, dan sistem pendidikan yang terlalu konservatif menjadi akibatnya.

Data ini menjadikan Indonesia hanya memiliki rata-rata skor sebanyak 371 dari rata-rata skor OECD yaitu 487. Hal itu merupakan skor yang terbilang cukup tertinggal jika dibandingkan dengan negara di Asia Tenggara lainnya.

Survei PISA itu sendiri terdiri atas survei pada kemampuan matematika, sains, dan membaca. Sementara itu, Tiongkok pemenang besar dalam skor yang baru dirilis pada Program Penilaian Siswa Internasional, yang menguji siswa berusia 15 tahun di puluhan negara dalam matematika, membaca, dan sains setiap tiga tahun.

Baca Juga: 17 Tahun Lawan Kanker Otak Marie Frederiksson Vokalis Roxette Meninggal Dunia

Dengan 600.000 siswa dari 79 negara dan sistem sekolah yang mengikuti ujian pada tahun 2018, empat provinsi di Tiongkok, Beijing, Shanghai, Jiangsu and Zhejiang yang menjadi bagian tes dari PISA secara kolektif berada di peringkat nomor 1 dalam ketiga mata pelajaran.

Akan tetapi, seorang profesor pemerintahan Universitas Harvard, Loveless adalah seorang senior dalam studi pemerintahan dan seorang direktur Brown Center yang berkutat tentang Kebijakan Pendidikan yang berbasis di Washington.

Loveless juga menulis 16 volume "The Brown Center Report on American Education," sebuah laporan tahunan yang menganalisis tren penting dalam pendidikan.

Baca Juga: KPK: Tak Perlu 1.000 Hari untuk Bongkar Kasus Novel Baswedan

Loveless melihat bahwa adanya perbedaan yang sangat besar antara skor per bidang yang dimiliki negara Tiongkok.

Halaman:

Editor: Alanna Arumsari Rachmadi

Sumber: Washington Post


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X