Selasa, 21 Januari 2020

Program Kakak Mengajar: Ketika Siswa SMP Coba Menginspirasi Murid SD

- 11 Desember 2019, 09:01 WIB
SISWA SMP Damian School mempresentasikan karya mereka di hadapan para siswa SD Cibacang, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Selasa, 10 Desember 2019.* /CECEP WIJAYA SARI/PR

NGAMPRAH, (PR).- Sejumlah siswa SMP Damian School mempresentasikan karya mereka di hadapan para siswa SDN 1 Cibacang, di Kampung Garunggang, Desa Cipeundeuy, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Selasa 10 Desember 2019. Presentasi tersebut merupakan bagian dari program Kakak Mengajar yang dilakukan sekolah tersebut sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat sekitar.

Kepala Damian School Kota Baru Parahyangan, Connieta Theotirta mengatakan bahwa program tersebut tahun ini digelar untuk kedua kalinya. Para siswa mempresentasikan hasil eksperimen mereka di sekolah kepada para siswa SD terdekat.

“Materi untuk program ini dikhususkan untuk pelajaran IPA. Melalui program ini, para siswa belajar menambah wawasan, meningkatkan kreativitas, serta menjalin kebersamaan di antara mereka,” ujarnya kemarin.

Baca Juga: Mendikbud Nadiem Makarim Minta Kepala Sekolah Hilangkan Naluri Penguasa

Dia menuturkan, alat-alat yang dipresentasikan oleh siswa Damian School adalah hasil kreativitas dan ide dari setiap siswa. Mereka ada yang membuat alat filtrasi/penyaring, alat penyalur udara, media interaktif melalui kartu yang menerangkan soal pemanasan global, dll.

Barang-barang yang digunakan, menurut dia, merupakan barang-barang yang tidak terpakai seperti botol plastik dan kertas bekas. Pemilihan barang-barang bekas sebagai peralatan juga merupakan wujud menumbuhkan jiwa wirausaha di kalangan siswa.

"Kami menggagas program ini setelah mengikuti pelatihan. Syukur, 'Kakak Mengajar' ini juga menarik minat sekolah lain untuk menerapkannya," katanya. 

Baca Juga: Diskusi di Kemendikbud, Yayasan Inspirasi Beri 7 Kiat Sukses untuk Kepala Sekolah

Siswa pengajar dari Damian School, Mikhael Apriyan menurutkan bahwa bersama dua rekannya yakni Mario Marshall Read dan Nicholas Senwen Hamijaya, dia mencoba membuat alat penyalur udara. Pembuatan alat ini terinspirasi ketika melihat bencana kebakaran hutan seperti yang terjadi di Sumatera dan Kalimantan.

Halaman:

Editor: Gugum Rachmat Gumilar

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Jawa Barat Network

X