Rabu, 29 Januari 2020

Komisi X: Kewajiban Publikasi di Jurnal Ilmiah Terindeks Scopus Harus Dihentikan

- 10 Desember 2019, 17:25 WIB
ILUSTRASI.*/CANVA /

BANDUNG, (PR).- Anggota Komisi X Djohar Arifin Husin meminta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim menghentikan kewajiban bagi peneliti perguruan tinggi mempublikasikan penelitiannya di jurnal internasional terindeks Scopus.

Ia menilai, publikasi lewat Scopus tidak membawa dampak signifikan bagi Indonesia.

Djohar mengatakan, aturan wajib publikasi internasional terindeks Scopus itu tidak masuk akal.

Baca Juga: Soal Revitalisasi Guru, IKA UPI Komisariat Departemen Sejarah Beri Masukan untuk Mendikbud Nadiem Makarim

"Tulisan hasil penelitian diserahkan ke luar negeri dan harus bayar pula. Triliunan kita serahkan ke Scopus," katanya ditemui belum lama ini di Bandung.

Ia juga menyesalkan, aturan itu menjadi syarat kenaikan pangkat bagi dosen.

"Mendikbud harus segera mengubah (aturan) tentang promosi jadi Gutu Besar. Aturan sekarang ini luar biasa. Ini seperti tidak masuk akal dan tidak pantas dibuat," katanya.

Soal kenaikan pangkat guru besar, Djohar berpendapat, kampus harus diberi otonomi.

Kampus yang paling tahu kelayakan seseorang menjadi Guru Besar.

Halaman:

Editor: Siska Nirmala

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Jawa Barat Network

X