Jumat, 24 Januari 2020

Pacu Pertumbuhan Start-Up, Universitas Indonesia Resmikan Co-Working Space Baru

- 10 Desember 2019, 11:03 WIB
Universitas Indonesia meresmikan ruang kerja komunal alias co-working space dalam rangka memacu pertumbuhan start-up./ /Situs Resmi Universitas Indonesia

PIKIRAN RAKYAT - Universitas Indonesia meresmikan ruang kerja komunal atau sering disebut dengan istilah co-working space pada Senin, 9 Desember 2019 di Gedung Perpustakaan Universitas Indonesia.

Tidak hanya di industri kreatif saja, berbagai kampus berlomba-lomba untuk menyediakan co-working space. Hal ini dilakukan guna mendorong pertumbuhan bisnis start-up di setiap kampus.

Tujuan yang sama dilakukan oleh Universitas Indonesia. Dengan diresmikannya ruang kerja komunal tersebut diharapkan dapat mendorong pertumbuhan start-up di lingkungan UI.

Baca Juga: Beasiswa IPCC, Dian Afriyanie Jadi yang Pertama dan Satu-satunya dari Indonesia

Peresmian co-working space Universitas Indonesia dilakukan oleh Rektor UI, Prof. Dr. Ir Muhammad Anis., M.Met dan didamping oleh Prof. Dr. Ir. Dedi Priadi, DEA selaku Wakil Rektor Bidang SDM dan Kerja Sama.

Co-working space ini menyediakan beragam pilihan ruang kerja, baik untuk kerja sendiri, bersama, ruang rapat maupun kantor ukuran kecil dengan berbagai fasilitas seperti meja, kursi, jaringan internet, sofa, hingga loker akses menggunakan fasilitas.

Selain itu, pengunjung yang bukan berasal dari Universitas Indonesia pun diperbolehkan dengan mengisi database Perpustakaan UI sebelum masuk ke ruangan.

Baca Juga: Jadi Kontroversi Karena Angkat Isu LGBT, Film Kucumbu Tubuh Indahku yang Menang FFI 2019 Justru Sarat Prestasi

Dilansir dari website resmi ui.ac.id, Direktur Pengelolaan dan Pengembangan unit-unit Usaha (DPPU) UI, Dr. Nia Noerhadi mengatakan bahwa kehadiran co-working space ini merupakan salah satu upaya UI merangkul para start-up binaan agar terus tumbuh dengan cara menyediakan ruang kerja untuk menunjang kegiatan usaha.

"Start up biasanya sulit mendapatkan modal karena biasanya investor ingin menanamkan modal pada usaha yang sudah terlihat hasilnya. Kalau ada yang berkenan untuk memberikan modal, itu semata-mata dilakukan untuk membuat perusahaan rintisan itu berkembang," jelas Nia.

Halaman:

Editor: Andika Thaselia Prahastiwi

Sumber: Situs Resmi Universitas Indonesia

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Jawa Barat Network

X