Menristek Ingatkan Dosen, Jangan Sampai Masuk Penjara karena Inovasi

- 10 Desember 2019, 09:38 WIB
MENTERI Riset dan Teknologi / Badan Riset dan Inovasi Nasional, Bambang Permadi Soemantro Brodjonegoro.* /ADE BAYU INDRA/PR

PADANG, PR.- Menristek/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional, Bambang Brodjonegoro mengingatkan jangan sampai ada inovator atau peneliti yang masuk penjara karena minimnya pemahaman terkait aspek hukum.

"Dalam melakukan penelitian hingga hilirisasi riset, inovator harus berhati-hati. Kita tidak ingin inovasi yang dilahirkan dari kampus, tapi karena kurang pemahaman dosen dari sisi hukum dan kurang pendampingan pada aspek keuangan akhirnya masuk penjara," kata dia di Padang, Senin malam, 9 Desember 2019.

Ia menyampaikan hal itu pada Rapat Kerja Satuan Pengawas Internal Perguruan Tinggi Negeri dan LL Dikti se-Indonesia dengan tema Peran Satuan Pengawas Internal dalam Mengawal Perubahan Organisasi Kementerian.

Baca Juga: Bantu Industri Sawit, Inovasi Mahasiswa IPB Diakui Dunia

Menurutnya, jika ada kasus seperti ini akan menyurutkan minat orang untuk menjadi inovator. Sebab ketika melahirkan inovasi yang bagus, tapi karena hanya ada masalah prosedur atau keuangan, ujungnya malah berakhir di penjara. "Itu sangat tidak kita inginkan," kata dia.

Ia mengingatkan untuk itu Satuan Pengawas Internal perguruan tinggi harus menyiapkan rambu-rambu agar tidak ada dosen atau civitas akademika yang terperosok ke lembah pidana.

Bambang menyampaikan tugas Satuan Pengawas Internal perguruan tinggi membuat dosen tidak takut meneliti dan memahami prosedur yang harus disiapkan dan dilakukan.

"Mari bekerja sama menyiapkan rambu-rambu dan mencegah permasalahan hukum yang bisa membelit dosen," ujarnya.

Baca Juga: Terinspirasi Sopir Angkutan Online, Mahasiswa SBM ITB Bikin Aplikasi untuk Tunarungu

Halaman:

Editor: Gugum Rachmat Gumilar

Sumber: Antara


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X