Selasa, 21 Januari 2020

DPR Ajak Kemendikbud Benahi Kurikulum, Nasib Bangsa 50, 69, dan 134 Tahun Mendatang Dipertaruhkan

- 6 Desember 2019, 18:05 WIB
SISWA belajar di ruang kelas yang hanya disekat lemari di Sekolah Dasar Negeri Puspamulya, Kampung Balawiri, Desa Pusparaja, Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya, Senin 29 Juli 2019.*/BAMBANG ARIFIANTO/PR /Bambang Arifianto

JAKARTA, (PR).- Anggota Komisi X DPR Hetifah Sjaifudian mendesak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim membentuk tim khusus untuk menginvestigasi penyebab rendahnya pencapaian Indonesia dalam program penilaian pelajar internasional (PISA) 2018.

Dia juga mengajak Kemendikbud membenahi kurikulum pendidikan nasional.

Hetifah menegaskan, PISA merupakan salah satu standar paling umum yang dapat digunakan untuk mengukur kualitas pendidikan antarnegara.

Kemendikbud tidak boleh mengesampingkan hasil PISA meski dalam proses penilaiannya tidak sempurna.

Baca Juga: Mutu Pelajar Indonesia Menurun, Mendikbud Nadiem Makarim Soroti Sebaran Guru

Ia menyatakan, tiga hal yang diukur dalam PISA, yakni membaca, matematika dan sains merupakan kemampuan dasar yang dibutuhkan pelajar untuk menjadi individu yang kompetitif.

Menurut dia, peningkatan 50 poin dalam PISA dapat berpengaruh terhadap kenaikan pertumbuhan ekonomi jangka panjang sebesar 0,93 persen setiap tahunnya.

PEMERINTAH Kota Bekasi akhirnya memenuhi kebutuhan mebelair siswa SDN Pekayon Jaya III yang selama dua tahun terakhir terpaksa belajar melantai dikarenakan ketiadaan kursi dan meja. Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi menyambangi sekolah itu pada Senin, 16 September 2019, setelah mebel diantarkan pada hari sebelumnya.*/RIESTY YUSNILANINGSIH/PR
PEMERINTAH Kota Bekasi akhirnya memenuhi kebutuhan mebelair siswa SDN Pekayon Jaya III yang selama dua tahun terakhir terpaksa belajar melantai dikarenakan ketiadaan kursi dan meja. Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi menyambangi sekolah itu pada Senin, 16 September 2019, setelah mebel diantarkan pada hari sebelumnya.*/RIESTY YUSNILANINGSIH/PR

“Mempertimbangkan poin-poin tersebut di atas, saya mendorong Kemendikbud untuk mengintegrasikan kemampuan-kemampuan dasar yang diukur dalam PISA ke dalam kurikulum pendidikan Indonesia. Membuat target pencapaian skor PISA untuk tahun 2021 dan 2024 beserta langkah-langkah konkret untuk mencapainya,” kata Hetifah di Jakarta, Jumat 6 Desember 2019.

Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Jawa Barat Network

X