Jadi Guru Besar Unpad, Keri Lestari tekankan Pentingnya Inovasi Farmasi Klinik

- 6 Desember 2019, 15:51 WIB
REKTOR Unpad Rina Indiastuti mengalungkan medali pada Keri Lestari, pada Pengukuhan dan Orasi Ilnlmiah Jabatan Guru Besar dalam Bidang Ilmu Farmakologi dan Farmasi Klinik, di Grha Sanusi Hardjadinata Unpad, Kota Bandung, Jumat, 6 Desember 2019. Inovasi Farmasi Klinik untuk Meningkatkan Kualitas Terapi Obat di Tengah Era Disruptif Kesehatan Indonesia.* /ADE BAYU INDRA/PR

BANDUNG, (PR).- Keri Lestari dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Farmakologi dan Farmasi Klinik Universitas Padjadjaran.

Keri yang saat ini menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Riset, Pengabdian Kepada Masyarakat, Kerja Sama, Inovasi, dan Usaha itu dalam orasinya menyampaikan tentang pentingnya inovasi farmasi klinik untuk meningkatkan kualitas terapi obat.

"Era disrupsi ini orang takut profesinya hilang digantikan oleh mesin, internet. Padahal era disrupsi ini ada 2 macam. Perubahan lebih baik, bisa memanfaatkan teknologi dan mempunyai relasi sumber daya manusia yang lebih baik. Jadi ada interaksi baru. Profesi tidak hilang kalau meningkatkan kapasitas profesi dan lebih dekat ke penggunanya," tuturnya ditemui usai menyampaikan orasi ilmiah di Grha Sanusi Hardjadinata Kampus Unpad, Jalan Dipatiukur, Jumat, 6 Desember 2019.

Baca Juga: IPB, ITB, dan Unpad Masuk 10 Besar Kampus Berbasis Riset Terbaik 2019

Dalam orasinya ia menjelaskan, ilmu farmasi yang berkaitan dengan pengembangan obat harus didukung dengan pemahaman patofisiologi pasien. Dengan begitu produk yang dikembangkan sesuai dengan kondisi pasien.

loading...

Ia mengatakan, kadar gula pasien diabetes meningkat bukan karena tidak mengonsumsi obat. Tetapi lebih karena kepatuhan mengandalikan konsumsi gula atau pemanis yang rendah. Kondisi itu mendorong Keri mengembangkan makanan fungsional yang bermanfaat membantu pasien diabetes mengendalikan gula darah, yaitu dengan memanfaatkan Stevia rebaudina (Bert.) menjadi ramuan Teh Stevia.

"Stevia itu manis tetapi hasil uji preklinik menunjukkan hewan yang diberi stevia menunjukkan penurunan kadar gula seperti diberi obat diabetes," katanya.

Baca Juga: Balita Stunting Punya Risiko Penyakit Jantung dan Diabetes

Ia mengatakan, Indonesia kata akan sumber daya alam yang mempunyai khasiat bagi kesehatan. Saat ini para peneliti perlu memperkuat bukti-bukti untuk bisa digunakan secara optimal.

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X