Selasa, 21 Januari 2020

Alasan UN Tidak Lagi Relevan

- 6 Desember 2019, 15:28 WIB
SISWA belajar bersama saat menanti pergantian jadwal gelombang kedua Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMA Negeri 1 Salatiga, Senin 1 April 2019.* /DOK. ANTARA

JAKARTA, (PR) - Ketua Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Dudung Nurullah Koswara menilai, ujian nasional (UN) sudah tidak relevan dengan tujuan meningkatkan kualitas pendidikan dasar dan menengah nasional.

Ia menegaskan, generasi produk Ebtanas bahkan lebih baik dari UN. Jika terus diterapkan, ucap dia, UN hanya menjadi program yang menyedot anggaran besar. Tetapi tidak memberikan manfaat bagi peningkatan kompetensi pelajar.

Menurut dia, UN hanya jadi alat pencitraan bagi pengurus sekolah, tidak bermanfaat besar bagi pelajar.

Baca Juga: Jadi Korban Bully, Remaja Putri di Garut Nekad Bunuh Diri

“Sejak adanya UN, kadar ketidakjujuran, manipulasi dan upgrade hasil final nilai UN oleh oknum birokrat pendidikan jadi kisah bisu. Rombak total tata kelola pendidikan kita. Mas Nadiem harus melakukan potong kompas. Shortcut dengan baik, amputasi dengan tepat,” ujar Dudung di Jakarta, Jumat 6 Desember 2019.

GUBERNUR Jawa Barat Ridwan Kamil meninjau pelaksanaan Ujian Nasional untuk tingkat Sekolah Menengah Atas Luar Biasa di SLB Negeri A Kota Bandung di Wyata Guna, Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Selasa 2 April 2019.*
GUBERNUR Jawa Barat Ridwan Kamil meninjau pelaksanaan Ujian Nasional untuk tingkat Sekolah Menengah Atas Luar Biasa di SLB Negeri A Kota Bandung di Wyata Guna, Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Selasa 2 April 2019.*

Anggaran penyelenggaraan UN setiap tahunnya menyedot tidak kurang dari Rp 500 miliar. Dana dari APBN tersebut dipakai untuk pengadaan komputer (UNBK), pendistribusian dan pencetakan lembar soal UN ke sekolah. Menurut Dudung, dana sebesar tersebut lebih baik dialokasikan untuk menggelar pelatihan guru dan perbaikan infrastruktur fisik sekolah.

Baca Juga: Aplikasi Nuklir Bisa di Berbagai Bidang

Ia berharap, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengevaluasi dengan serius dan komprehensif terkait penyelenggaran UN.

Halaman:

Editor: Ari Nursanti

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Jawa Barat Network

X