Jumat, 13 Desember 2019

Mutu Pendidikan Indonesia Merosot, Kurikulum Disorot

- 4 Desember 2019, 17:05 WIB
PELAJAR SDN Puncakdago, Sukabumi, tengah belajar dibayangi bangunan sekolah ambruk, Senin, 16 September 2019.*/AHMAD RAYADIE/PR /ahmad rayadie

BANDUNG, (PR).- Menanggapi peringkat Indonesia pada program penilaian pelajar intenasional (PISA) yang melorot ke peringkat 72 dari 77 negara, Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Ace Suryadi berpendapat, tren penurunan itu sudah terjadi sejak sebelumnya.

Menurut dia, perlu strategi-strategi nyata untuk mengatasinya.

"Menurut saya, perbaikan tidak boleh tambal sulam. Seringkali kebijakannya hanya tambal sulam. Perubahan kurikulum, itu tambal sulam. Perubahannya harus fundamental sampai mengubah sistem pendidikan dan pengajaran," tuturnya, Rabu 4 Desember 2019.

Ia menyebut, selain kurikulum, pengelolaan pendidikan dari pusat sampai daerah, tata kelola guru, semua itu harus diperbaiki.

Baca Juga: Mendikbud Nadiem Makarim Sebut Mahasiswa Harusnya Merdeka dalam Belajar

Persoalan guru tidak selesai dengan sertifikasi. Guru harus terus dilatih agar belajar terus-menerus karena dari sana akan lahir inovasi.

"Setelah desentralisasi, soal guru diserahkan ke pemerintah daerah, tapi pemerintah daerah tidak melaksanakan pelatihan," katanya.

Ia mengatakan, pembelajaran yang harus mengacu pada kurikulum tidak mendorong guru bisa berinovasi. Kurikulum dilaksanakan secara kaku.

Baca Juga: Mutu Pelajar Indonesia Turun, Nadiem Makarim Berkomentar


Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

X