Jumat, 13 Desember 2019

Mutu Lembaga Kursus Harus Dibenahi, Mayoritas Belum Terakreditasi

- 3 Desember 2019, 21:37 WIB
SEBANYAK 600 peserta dari lembaga kursus dan pelatihan, serta pusat kegiatan belajar masyarakat mengukti seminar nasional Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Hotel Sahid Raya, Yogyakarta, Senin 2 Desember 2019.* /DHITA SEFTIAWAN/PR

YOGYAKARTA, (PR).- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memperhatikan serius kualitas lembaga kursus dan pelatihan (LKP).

Saat ini, dari total sekira 19.000 LKP, hanya 3.200 yang sudah mengantongi sertifikat dari Kemendikbud dan terakreditasi.

LKP berperan sebagai lembaga pendukung pendidikan formal dalam upaya mencetak sumber daya manusia dengan keterampilan khusus berdaya saing global.

Direktur Pembinaan Kursus dan Pelatihan Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Kemendikbud Agus Salim menuturkan, akreditasi sebagai bentuk pengawasan dari pemerintah.

Dengan demikian, masyarakat bisa memilih LKP yang tepat saat ingin meningkatkan atau memiliki keterampilan baru dalam menghadapi persaingan masa depan. Menurut dia, LKP yang terakreditasi akan mendapat manfaat seperti bantuan dana dari pemerintah.

Baca Juga: Turut Perangi Stunting, Kemendikbud Andalkan Guru PAUD

“Khusus LKP yang mengantongi akreditasi A juga boleh bekerja sama dengan LKP dari luar negeri. Kalau belum terakreditasi dan masih terakreditasi B dan C, tidak boleh,” kata Agus dalam Seminar Nasional Pendidikan Masyarakat dan Evaluasi Kinerja Pengelolaan PAUD dan Dikmas, di Sahid Raya, Yogyakarta, Senin 2 Desember 2019.

Selain akreditasi, Kemendikbud juga mengembangkan massive open online course (MOOC) atau kursus singkat secara online.

Baca Juga: Kemendikbud Kembangkan Aplikasi Rumah Belajar


Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

X