Senin, 16 Desember 2019

Waspadai Dampak Buruk Revolusi Industri 4.0

- 3 Desember 2019, 17:15 WIB
DIREKTUR Kerja Sama Sosial Budaya ASEAN Kementerian Luar Negeri Riaz Saehu saat menjadi pembicara kunci di Annual Conference of Communication, Media, and Culture (ACCOMAC) II 2019 di Aula Universitas Islam Bandung, Selasa, 3 Desember 2019.*/DOK HUMAS UNISBA /

BANDUNG, (PR).- Revolusi industri 4.0 tak melulu membawa dampak baik bagi publik. Ancaman yang dibawa oleh gelombang otomatisasi dan internet juga perlu diantisipai.

Prof. Ang Peng Hwa dari Universitas Teknologi Nanyang Singapura mengatakan, revolusi industri 4.0 telah mendorong eksploitasi terhadap sumber daya alam dan manusia. Eksploitasi sumber daya yang berlebihan menimbulkan polusi.

"Era big data ini menyebabkan konsumsi listrik yang tinggi," katanya saat menjadi pembicara kunci di Annual Conference of Communication, Media and Culture (ACCOMAC) II 2019 yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Bandung (Unisba) di Aula Unisba, Selasa, 3 Desember 2019.

Baca Juga: Daya Saing Indonesia Peringkat ke-50 dari 141 Negara

Selain itu, pekerja di bawah perusahaan-perusahaan yang bersandar pada teknologi informasi perlu perlindungan hukum agar tak terjebak pada eksploitasi manusia.

Ia mengatakan, gelombang revolusi industri keempat ini membawa beberapa ancaman sosial.

Salah satunya perhatian pada isu privat karena era media sosial memberi tempat leluasa untuk mengekspresikan diri.

Era baru ini juga membawa ancaman meningkatnya pengangguran. Utamanya bagi pekerja tanpa latar belakang pendidikan dan keterampilan yang cukup.

"Apa yang harus dilakukan dengan pekerja yang kurang berpendidikan? Dulu orang bisa bekerja di pabrik dengan gaji bagus. Sekarang pekerjaan itu sudah digantikan teknologi," tuturnya.


Halaman:

Editor: Siska Nirmala

Tags

Komentar

Terkini

X