Senin, 9 Desember 2019

RSUD Sayang Cianjur Jadi RS Pendidikan Satelit UMJ

- 30 November 2019, 20:22 WIB
Ilustrasi dokter.* /


CIANJUR, (PR).- RSUD Sayang Cianjur akan ditetapkan menjadi Rumah Sakit Pendidikan Satelit dari Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ). Selain itu, RS Pendidikan Cianjur terset ditargetkan dapar meraih akreditasi A dari Kementerian Kesehatan.

Ketua Tim Koordinasi Rumah Sakit Pendidikan RSUD Sayang Cianjur, Lili Koesman Djoewaeny mengatakan, kegiatan pendidikan untuk calon dokter di RSUD Cianjur sudah berjalan sejak beberapa tahun, bahkan untuk penetapan RSUD Sayang sebagai rumah sakit pendidikan sudah dipersiapkan mulai 2018.

"Setiap tahapan untuk bisa ditetapkan sebagai rumah sakit pendidikan sudah dilalui, mulai dari tingkatan dinas kesehatan dan sekarang oleh Kementerian Kesehatan. Makanya Kemenkes melakukan visitasi," kata dia, Sabtu, 30 November 2019.

Baca Juga: Kemenkes Temukan 13 Penyakit Penyebab Meninggalnya Ratusan Petugas KPPS

Menurut dia, visitasi itu dilakukan untuk memastikan RSUD Sayang memenuhi persyaratan sebagai rumah sakit pendidikan berdasarkan Undang-unndang. Diantaranya terkait fasilitas, sumber daya, hingga pengelolaan anggaran.

"Ketika sudah menjalankan rumah sakit pendidikan untuk dokter dan tenaga kesehatan tentunya wajib mengikuti standar yang ada. Makanya dipastikan melalui kunjungan ini," ucapnya.

Ia menjelaskan, rumah sakit pendidikan RSUD Sayang Cianjur bukan merupakan rumah sakit pendidikan pusat melainkan satelit yang bekerjasama dengan Universitas Muhammadiyah Jakarta. Nantinya mahasiswa dari UMJ akan menjalani pendidikan profesi sebagai persyaratan menjadi dokter.

Baca Juga: Jelang Pilkada Cianjur 2020, Partai Demokrat Belum Putuskan Bakal Calon

Namun, mereka yang lulus pendidikan tidak ditetapkan harus bekerja di RSUD Cianjur. "Di sini hanya pendidikan, kalau tugas sebagai dokternya ditentukan nanti. Karena sifatnya hanya satelit, calon dokter pun tidak sebatas menjalani pendidikan profesi RSUD Cianjur, tetapi juga di RS pendidikan satelit lainnya,” ucapnya.

Lebih lanjut dikatakan, nantinya akan ditentukan pendidikan penyakit dalam dan bedah, sedangkan untuk penangan medis lain dilakukan di RS pendidikan lainnya. Semuanya ditetapkan oleh Kemenkes.


Halaman:

Editor: Gita Pratiwi

Tags

Komentar

Terkini

X