Senin, 9 Desember 2019

Universitas Indonesia Kembangkan Sentra Ikan Koi di Bogor

- 30 November 2019, 12:01 WIB
MEMANFAATKAN Lahan Tidur di Sentul, Dosen dan Mahasiswa FMIPA UI Libatkan Masyarakat Kembangkan sentra ikan koil di Sentul‎, Bogor pada Juli-November 2019.*/DOK. HUMAS UI /

DEPOK, (PR).- Tim Pengabdian Masyarakat (Pengmas) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) mendirikan Sentra Koi Sentul di Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Sentul, Bogor.

Tim tersebut terdiri atas para dosen, laboran, mahasiswa, UKM Pramuka UI serta didukung oleh Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat UI (DRPM UI), dan Yayasan Pandu Cendekia dan Bumi Kepanduan Sentul.

Sentra Koi Sentul karya sivitas FMIPA UI itu menyediakan fasilitas dan sentra pengembangan budidaya ikan koi terpadu seperti kolam-kolam yang dikelola secara bersama dengan warga sekitar.

Sebagai upaya pemberdayaan masyarakat, Tim Pengmas juga mengadakan pelatihan budidaya koi sejak dari pemilihan induk, pemijahan, pembesaran, pembuatan serta pengembangan pakan berbasis kearifan lokal yang berlangsung sejak bulan Juli 2019 dan berkelanjutan hingga saat ini.

Baca Juga: Universitas Indonesia Tempati Peringkat ke-59 Perguruan Tinggi Terbaik di Asia

Adapun Tim Pengmas FMIPA UI terdiri atas Abinawanto, Wisnu Wardhana dan Retno Lestari, juga laboran FMIPA UI Taryana, serta 20 mahasiswa FMIPA UI.

Kegiatan yang dilakukan pada tahap awal program adalah pelatihan pemijahan ikan Koi di Bumi Kepanduan Sentul (BKS) dengan melibatkan partisipasi aktif dari masyarakat sekitar.

“Pendirian Sentra Koi Sentul ditujukan guna memanfaatkan lahan agar menjadi lebih produktif, karena budidaya koi memiliki nilai ekonomi yang tinggi sehingga bisa meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Bojong Koneng," kata Ketua Tim Pengmas FMIPA UI Abinawanto dalam keterangan tertulis Humas UI, Kamis 28 November 2019.

Diharapkan, program yang melibatkan masyarakat termasuk pemuda dan kelembagaan masyarakat setempat ini mampu menjadi salah satu alternatif model pembinaan dan pemberdayaan masyarakat yang baik.


Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

X