Rabu, 11 Desember 2019

Indonesia Kekurangan Doktor

- 22 November 2019, 13:02 WIB
Ilustrasi.*/REUTERS

JAKARTA, (PR).- Hanya 39.500 dari 280.000 dosen yang mengantongi gelar doktor. Jumlah tersebut masih kurang untuk menyiapkan lulusan perguruan tinggi nasional yang mampu bersaing di tingkat dunia. 

Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek Dikti Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Ali Ghufron Mukti mengatakan, jumlah dosen berkualifikasi S3 yang masih sedikit juga memengaruhi mutu perguruan tinggi. Menurut dia, seharusnya, Indonesia paling sedikit memiliki 58.800 doktor, sekitar 21% dari total dosen saat ini.

“Memang belum memenuhi target 21 persen itu, masih jauh. Padahal pemerintah sejak 2008 telah memberikan beasiswa studi jenjang S3 ke luar negeri. Saat ini alumni dari program beasiswa tersebut ada sebanyak 2.200 orang,” kata Ghufron dalam Simposium Nasional Alumni Beasiswa Pendidikan Pascasarjana Luar Negeri (BPPLN), Jakarta, Kamis, 21 November 2019.

Ia menuturkan, kompetensi dosen akan menentukan kualitas lulusan sekaligus reputasi suatu perguruan tinggi.

Dosen juga berperan besar dalam mempersiapkan generasi masa depan yang kompetitif. Ia menegaskan, pemerintah akan melanjutkan beragam beasiswa dalam dan luar negeri untuk meningkatkan mutu dosen.

“Untuk meningkatkan kualifikasi tadi dengan mengadakan beasiswa, tapi beasiswa itu skemanya banyak. Ada beasiswa luar negeri yang sepenuhnya dibiayai Dikti ada yang kerja sama dengan funding. Kami juga kerja sama dengan swasta. Jadi perusahaan kami dekati untuk memberikan beasiswa, bukan hanya riset,” katanya.

Ghufron mengatakan, pada tahun depan, Kemendikbud sudah mengajukan untuk kembali mengirim dosen-dosen terbaik untuk mengambil gelar doktor di berbagai perguruan tinggi luar negeri. Mereka akan mendapatkan BPPLN dan wajib kembali ke Indonesia setelah lulus.

Ia mengatakan, biaya BPPLN sepenuhnya ditanggung pemerintah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Perguruan tinggi luar negeri yang menjadi mitra di antaranya ada di Amerika Serikat, Jepang, Australia dan Inggris. Menurut dia, pada 2021, ditargetkan dosen bergelar doktor lebih dari 21%.


Halaman:

Editor: Siska Nirmala

Tags

Komentar

Terkini

X