Senin, 16 Desember 2019

Calon Guru Wajib Punya IPK 3.0

- 11 November 2019, 23:37 WIB
ILUSTRASI

JAKARTA, (PR).- Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menunjuk 63 Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) untuk membuka Pendidikan Profesi Guru (PPG) prajabatan mandiri. Kendati demikian, hanya lulusan sarjana atau D-IV dengan IPK 3.0 yang bisa mengikuti PPG.

Direktur Pembelajaran Ditjen Belmawa Kemendikbud, Paristiyanti Nurwardani menegaskan bahwa syarat IPK minimal 3.0 menjadi aturan baru yang disepakati dengan Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan dan 63 LPTK. Dari syarat tersebut diharapkan dapat melahirkan guru yang lebih kompeten dan profesional.

“Ada 4 tahapan tes. Administratif, bakat, minat dan panggilan jiwa. Jadi LPTK yang ditunjuk ini diharapkan merekrut calon guru sesuai regulasi yang berstandar nasional. Guru prajabatan yang ikut PPG ini juga akan mengikuti kurikulum dan modul baru yang kami buat,” kata Paristiyanti dalam acara Pembentukan Konsorsium PPG di Gedung D Kemendikbud, Jakarta, Senin 11 November 2019.

Ia menjelaskan, kuota kursi untuk masing-masing LPTK berbeda-beda. Disesuaikan dengan status akreditasi program studi yang dibutuhkan. Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Negeri Malang dan Universitas Negeri Yogyakarta mendapat kursi paling banyak yakni 650-675 kursi. Sementara LPTK lain diberi kuota 50-400 kursi.

“Nanti akan terus kami evaluasi, apakah LPTK yang ditunjuk sekarang mampu melahirkan guru-guru yang kompeten sehingga bisa lulus uji kompetensi guru. Kalau ternyata tidak, nanti akan diganti oleh LPTK lain. Jumlah LPTK saat ini ada sekitar 420 lembaga,” ucapnya.

Ia menjamin, dengan kurikulum, modul dan regulasi baru yang disepakati konsorsium PPG, Belmawa, GTK dan 63 LPTK, mutu calon guru akan setara. Kualitas lulusan PPG yang ikut di LPTK Indonesia Timur dan Barat, akan sama dengan yang ikut di LPTK di Pulau Jawa.  

“Modul ini diterapkan sejak pendaftaran sampai ujian kompetensi, penempatan, learning outcome untuk mengukur apakah guru-guru itu memang berkualitas ketika sudah di sekolah.Jadi dikawal dari awal oleh konsorsium ini,” katanya.

Saat ini Indonesia membutuhkan 400.000 guru profesional atau bersertifikasi. Jumlah tersebut terdiri dari kebutuhan 221.000 guru untuk SD dan 187.000 guru SMK. Kebutuhan akan terus meningkat mengingat setiap tahun ada 50.000 guru yang pensiun.***



Editor: Gugum Rachmat Gumilar

Tags

Komentar

Terkini

X