Minggu, 8 Desember 2019

Minat Generasi Muda Kuliah Rendah, Perlu  Kemudahan Skema Pembiayaan

- 30 Oktober 2019, 18:28 WIB
ILUSTRASI perkuliahan.*/CULT OF PEDAGOGY

JAKARTA, (PR).- Rektor Universitas YARSI Prof. Fasli Jalal mengungkapkan, minat generasi muda terhadap jenjang pendidikan tinggi tergolong rendah. Karena itu, pihaknya akan membantu pemerintah dalam meningkatkan minat belajar dengan berbagai skema pembiayaan.

“Angka pendidikan kita masih 1/3 yang harusnya duduk di pendidikan tinggi. Oleh karena itu, kita berupaya dalam meningkatkan mutu pendidikan dan menyediakan berbagai skema beasiswa, salah satunya beasiswa bagi para penghafal Alquran,” kata Prof Fasli dalam siaran pers yang diterima Pikiran Rakyat di Jakarta, Rabu, 30 Oktober 2019.

Hal itu disampaikan dalam Wisuda Semester Genap tahun akademik 2018-2019 di Auditorium Ar-Rahman, Menara YARSI Jakarta Pusat, Sabtu, 26 Oktober 2019 lalu. Pelaksanaan wisuda tersebut bertajuk Generasi Intelektual Islami Siap Menghadapi Tuntutan Zaman.

Ia menuturkan, Universitas YARSI berusaha mencetak para lulusannya menjadi seorang insan yang memiliki ciri intelektual dan prilaku Islami. Sehingga dapat berperan aktif, berkarya di bidangnya masing-masing di tingkat Nasional maupun Internasional.

“Saat ini kita sudah punya mahasiswa yang hafal 30 Juz dari pesantren Ustadz Yusuf Mansur. Ini tanda kalau kita sungguh-sungguh dalam meningkatkan kualitas dan jangkauan pendidikan,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan YARSI Prof. Jurnalis Udin mengatakan, dalam rangka menyambut revolusi Industri 4.0, ia mengusulkan agar setiap program diskusi (prodi) memiliki jurusan Teknologi dan Informatika (TI).

“Kita ingin punya mahasiswa yang banyak, tapi tentu tidak dapat menampung banyak, maka kita ingin para mahasiswa menikmati fasilitas teknologi yang ada di YARSI,” katanya.

“Jadi, walaupun tidak ada di YARSI, mereka dapat mengakses pendidikan di YARSI dari jarak jauh. Kalau wisuda tadi hanya 417 orang, ke depan bisa ribuan,” tuturnya.

Direktur Sekolah Pasca Sarjana, Prof. Abdul Salam menuturkan, bahwa target dari lulusan YARSI selain memiliki hard skill juga harus simultan dengan soft skill. Nilai-nilai yang dimiliki Universitas YARSI, berupa pendidikan untuk mencerdaskan, penelitian untuk pemecahan masalah, pengabdian untuk kesejahteraan umat, semuanya dilaksanakan berdasarkan Agama Islam dan tetap mampu mempertahankan ciri khas kebhinekaan.

“Karena itu, YARSI akan menambah mata kuliah agama untuk para mahasiswa dan mahasiswi. Ini penting sekali untuk pembentukan karakter dan alumni yang lulus nanti memiliki adab yang baik, sehingga Insya Allah akan menjadi insan yang mulia dan bermanfaat untuk sekitarnya,” katanya.

Saat ini, Universitas YARSI memiliki program studi yang sudah terakreditasi, Baik Akreditasi A dan Akreditasi B dari Badan Akreditas Nasional-Perguruan Tinggi (BAN-PT). Fakultas Kedokteran Universitas YARSI, untuk Program Studi Kedokteran dan Program Studi Profesi Kedokteran mendapatkan Akreditasi A, setingkat dengan Fakultas Kedokteran di Universitas Negeri ternama, seperti Universitas Indonesia Universitas Gadjah Mada dan Universitas Andalas dan untuk Fakultas Kedokteran Gigi walaupun relatif masih muda sudah berhasil mencetak dokter-dokter gigi handal dan berprestasi di lingkup Nasional ditambah lagi dengan adanya RSGM YARSI.

Selain itu Program Studi Ilmu Perpustakaan Universitas YARSI juga merupakan sedikit dari Program Studi Ilmu Perpustakaan di Indonesia yang sudah memiliki Akreditasi A. Target ke depan dari Universitas YARSI adalah seluruh program studi bisa mendapatkan Akreditasi A.***



Editor: anef

Tags

Komentar

Terkini

X