Rabu, 11 Desember 2019

Puluhan Siswa Diperkenalkan Cara Penyergapan Musuh

- 30 Oktober 2019, 17:03 WIB
PERSONEL TNI mengawasi siswa dan siswi dalam kegiatan pengenalan senjata berat di Arhanud.*/MOCHAMAD IQBAL MAULUD/PR

BANDUNG, (PR).-  Puluhan siswa dari tingkat SD, SMP dan SMA disuguhkan simulasi pertahanan udara dan penyergapan kawanan musuh. Kegiatan tersebut dalam rangka pengenalan alutista dari Batalyon Arhanud-3/Yudha Buana Yaksa TNI AD.

Kegiatan ini pun adalah rangkaian kegiatan menyambut HUT Korps Arhanud TNI AD yang ke-‎73 pada 17 November 2019 mendatang. Sementara kegiatan yang dinamai Wisata Arhanud ini dilaksanakan di Batalyon Arhanud-3/YBY, Jalan Manado, Kota Bandung pada Rabu 30 Oktober 2019.

Sansan (16) siswa kelas 11 dari SMA Kartika Candra mengaku baru kali ini bisa masuk ke Batalyon Arhanud-3/YBY. Dia merasa terkesan dengan pertunjukan senjata-senjata jenis meriam ringan yang berada di batalyon tersebut.

"Tadi seru saat simulasi perebutan markas musuh oleh para kakak-kakak tentara yang ada di sini. Selain itu tadi juga seolah-olah nyata karena ada pesawat terbang yang berusaha dijatuhkan oleh kakak tentara tadi, meski cuma mainan," katanya.

Di tempat yang sama Siti Dwi (16) yang juga berasal dari SMA Kartika Candra mengaku mewakili sekolahnya untuk menghadiri acara ini. "Jadi tiap-tiap kelas ada wakilnya, baik dari IPA maupun IPS. Saya suka tadi lihat penyergapan seperti di film-film," katanya.

Komandan Batalyon Arhanud-3/YBY‎ Mayor (Arh) Patrick Arya Bima mengatakan kegiatan Wisata Arhanud, ini adalah yang ke-2 kalinya. "Tahun lalu kami juga laksanakan acara yang sama, bertujuan untuk mengenalkan tugas dari satuan Arhanud," katanya.

‎Patrick mengatakan ada beberapa pengenalan senjata utama dalam Wisata Arhanud ini. Semisal meriam 40 mm L70 buatan Swedia yang memiliki jangkauan datar hingga 12 Km dengan jarak efektif 4 Km dengan kecepatan tembak 1000m/detik. "Pengoperasiannya menggunakan 9 awak, dengan kecepatan tembakan 240 amunisi per menit," katanya.

Pada kesempatan tersebut juga diperkenalkan senjata lainnya yaitu‎ senapan berat 12,7 mm DSHK buatan Rusia. "Senjata ini memiliki kecepatan hingga 850 meter per detik dengan kecepatan tembakan 600 peluru per menitnya," katanya.

Patrick juga mengatakan alutista di Arhanud-3/YBY ini akan segera diperbaharui pada ‎2023 mendatang. "Sebenarnya alat-alat kami masih berfungsi dengan sangat baik. Jadi penggantian alutista ini hanya masalah mobilitas saja. Karena selama ini untuk meriam masih perlu digandeng kendaraan lainnya," katanya.


Halaman:

Editor: anef

Tags

Komentar

Terkini

X