Selasa, 10 Desember 2019

Santri Duafa Alkasyaf Lahirkan Kitab Tafsir

- 21 Oktober 2019, 16:56 WIB
PENGASUH Pesantren yatim dan duafa Alkasyaf, Ustaz Giovani Van Rega (tiga kanan) saat peluncuran kitab tafsir Durar Alquran, di aula Alkasyaf Kp. Sukamaju, Desa Cimekar, Cileunyi, Senin 21 Oktober 2019.*/SARNAPI/PR

SOREANG,(PR).- Meski berstatus yatim dan dhuafa, namun para santri Pesantren Alkasyaf Kampung Sukamaju, Desa Cimekar, Cileunyi, berhasil membuat kitab tafsir Durar Alquran. Peluncuran karya istimewa santri ini dilaksanakan pada Senin 21 Oktober 2019 untuk menyambut Hari Santri Nasional yang jatuh tiap 22 Oktober.

Menurut Pengasuh Pesantren Alkasyaf, Ustaz Giovani Van Rega, kitab tafsir Alquran ini sebagai upaya untuk selalu berinteraksi dengan kitab suci ini. "Karena perintah Allah SWT untuk berinteraksi dengan Alquran ini. Apalagi 70 persen santri Alkasyaf adalah anak-anak yatim dan sisanya duafa," ujarnya.
 
Kitab tafsir ini merupakan hasil para santri sari "pasukan literasi" Alkasyaf yang berbaju cokelat dari usia SMP sampai SMA. "Para santri dibiasakan menulis karena menulis tidak harus berasal dari orang yang sudah bergelar sarjana. Para santri yang sekolah di SMP dan SMA juga berusaha membaca kitab tafsir klasik untuk memaknai surat-surat Juz Amma lalu dibuat tulisan," katanya.

Peluncuran kitab Durar Alquran dilakukan dengan diskusi dengan pembicara guru besar dan wakil rektor UIN Bandung Rosihon Anwar, KH Hajar Sanusi (Kabid Pendidikan MUI Kota Bandung), Neti Supriati (Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Bandung) dan Sarnapi (wartawan PR).

Menurut penulis tafsir Durar Alquran, Ananda Syifa Aulia mengatakan, 28 penulis yang semuanya siswa awalnya gelap gulita soal ilmu tafsir ini. "Karena kami belum belajar mendalam soal ilmu tafsir ini. Di lain pihak buku-buku rujukan kitab tafsir seperti Tafsir Jalalain, tafsir Ibnu Kasir dan lain-lain juga terbatas sehingga kami berebut kitab," ucapnya.

Selain itu, kitab tafsir hasil santri ini juga diperoleh dengan cara para penulisnya dikarantina selama dua bulan. "Kami dimasukkan ke ruangan dari pukul 7.00 sampai 22.00 dan gak boleh keluar ruangan sampai selesai menulis tafsir," tuturnya.***



Editor: anef

Tags

Komentar

Terkini

X