Kamis, 12 Desember 2019

Pelajar Binaan LPKA Kelas II Bandung Punya Kompetensi yang Sama

- 15 Oktober 2019, 13:52 WIB
KETUA Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat Atalia Pratatya Riwan Kamil (kiri) menyalami sekaligus berdialog dengan sejumlah siswa yang tinggal di asrama Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) kelas II A Bandung usai meresmikan Diklat Industri pada Siswa LPKA kelas II A Bandung yang digagas oleh SMK PU Negeri Bandung di Jalan Pacuan Kuda, Kota Bandung, Selasa, 15 Oktober 2019. Kendati harus belajar di bawah pengawasan asrama, namun Atalia berharap dengan adanya diklat tersebut mampu memicu anak untuk berprestasi sesuai dengan minat dan bakatnya.*/ADE MAMAD/PR

 

BANDUNG, (PR).- Pelajar sekolah kejuruan yang saat ini menjadi binaan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Bandung mempunyai keterampilan dan kemampuan setara dengan siswa lainnya. Kalangan industri tak perlu ragu memberikan kesempatan kerja bagi mereka.

Anak-anak yang saat ini berada di LPKA Kelas II Bandung tetap memperoleh hak atas pendidikan melalui Sekolah Layanan Khusus. Di tingkat sekolah menengah atas, terdapat SMK Pekerjaan Umum, SMK Pertanian Tanjungsari, dan SMA Langlangbuana Bandung yang menjadi sekolah induknya.

Kepala Sekolah SMK Pekerjaan Umum Hasan Iskandar menjelaskan, meski jadwal sekolah disesuaikan dengan kegiatan di LPKA, materi dan kurikulumnya sama. Guru dan alat praktik didatangkan ke LPKA.

"Akses ke industri itu wajib bagi SMK. Sementara di sini (LPKA) kan terbatas. Jadi yang industri di bawa ke dalam," kata Hasan ditemui saat Pembukaan Diklat Industri pada Pendidikan Layanan Khusus di LPKA Kelas II Bandung dan Peluncuran Program SIP KOMPLIT 2019 di Aula LPKA Bandung, Selasa, 15 Oktober 2019. 

Selama enam hari, siswa peserta pendidikan layanan khusus SMK Pekerjaan Umum akan mendapat pelatihan otomotif dari PT Nusantara Jaya Sentosa (Suzuki) dan PT AHASS Mitra Jaya. Setelah diklat ini selesai, peserta didik juga akan mengikuti pelatihan reguler.

Diklat industri ini, kata Hasan, untuk memenuhi tuntutan kurikulum yang berlaku di SMK. Sehingga setiap siswanya mempunyai kompetensi yang diharapkan.

Selain diklat industri, SMK juga wajib menyelenggarakan praktik kerja lapangan (PKL). Kegiatan ini juga wajib diikuti oleh peserta didik yang kini menjadi warga binaan LPKA Kelas II Bandung. SMK Pekerjaan Umun sendiri mulai tahun ini menyelenggarakan PKL lewat program SIP KOMPLIT akronim daro Siap, Kompeten melalii Program PKL Terintegrasi.

Hasan menjelaskan, PKL ini berupa menyelesaikan proyek-proyek yang dikerjasamakan dengan sembilan SMK yang ada di Kota Bandung. Siswa akan dikelompokkan untuk mengerjakan proyek tersebut. Hal serupa juga harus diikuti oleh siswa yang ada di LPKA. Bedanya, mereka mengerjakan proyek itu di LPKA.

Hasan mengatakan, dengan program ini siswa mempunyai kompetensi yang diperlukan industri. Semua siswa, termasuk yang berada di LPKA, telah memenuhi kompetensi dan siap diserap oleh industri.

"Harapannya, setelah selesai keluar dari LPKA, mereka bisa bergerak di industri, mempunyai keterampilan," kata Hasan.

Saat ini terdapat 31 anak binaan LPKA Kelas II Bandung yang menempuh pendidikan di SMK Pekerjaan Umum. Dari jumlah itu, 11 diantaranya akan mengikuti Ujian Nasional.

AF (19) siswa kelas 12 SMK Pekerjaan Umum yang kini menjadi anak binaan LPKA berharap pelatihan ini bisa bermanfaat untuknya. Tak lama lagi, ia akan menghirup udara bebas. "Inginnya keterampilan ini bisa digunakan nanti, bisa kerja di bengkel," katanya.

Ia berniat menamatkan sekolahnya. Setelah tak lagi di LPKA, ia akan melanjutkan sekolahnya di SMK Pekerjaan Umum sampai mendapat ijazah. Ia berharap, pendidikan dan keterampilannya bisa membawa hidup yang lebih baik.***



Editor: Endah Asih

Tags

Komentar

Terkini

X