Rabu, 11 Desember 2019

SMPN 1 Mancak Disegel Lagi, Siswa Terpaksa Mengungsi

- 15 Oktober 2019, 06:45 WIB
GERBANG SMPN Mancak kembali disegel ahli waris akibatnya siswa harus mengungsi untuk belajar.*/DOK. KABAR BANTEN

SERANG,(PR).- Ratusan siswa siswi SMPN Negeri Mancak terpaksa melanjutkan kegiatan belajar mengajar (KBM) di gedung PGRI Kecamatan Mancak, Senin 14 Oktober 2019. Hal itu terjadi karena gerbang sekolah mereka kembali disegel untuk kali ke-empat oleh Aris Rusman bin Jainul yang mengaku sebagai ahli waris.

Pantauan, segel berupa gembok dan sebilah bambu terpasang di gerbang sekolah sejak pagi hari. Selain itu, di gerbang tersebut terselip satu carik karton bertuliskan “Maap kami tutup”.

Kepala SMP N 1 Mancak Tata Witarsa mengatakan, penyegelan sudah dilakukan sejak pukul 05.15 pagi. Akibatnya anak-anak yang hendak sekolah pun tidak bisa masuk untuk belajar. “Akhirnya tadi belajar sementara di gedung PGRI Mancak sampai pulang. Penyegelan sampai sekarang belum dibuka,” ujarnya kepada wartawan Kabar Banten, Dindin Hasanudin.

Tata mengatakan, dengan kondisi ini, tentu saja kegiatan belajar mengajar jadi terganggu. Siswa pun diakuinya mengalami trauma. Namun kemudian mereka mendapatkan hearing dari dinas pendidikan melalui kabid kebudayaan serta banyak simpati dari perkumpulan yang ada di Serang. “Tadi belajarnya upacara saja, itu kan masuk KBM juga. Anak-anak diberi hearing diajak bergembira saja,” tuturnya.

Dirinya berharap permasalahan sengketa lahan ini bisa segera selesai. Pemda dan pihak yang mengaku ahli waris diharapkan segera menyelesaikan masalah tersebut. “Jadi kami di sekolah sangat mengharapkan se segera mungkin, karena mau tidak mau (kami) terganggu. Tadi ada pertemuan tapi enggak tahu hasilnya, karena saya fokus di sini (gedung PGRI),” ucapnya.

Berdasarkan informasi kata dia, penyegelan itu masih akan berlanjut hingga Selasa (15/10/2019). Oleh karena itu dirinya sudah mengantisipasi jika masih disegel, kegiatan belajar mengajar akan dialihkan ke SMAN 1 Mancak. “Atas saran dindik numpang di SMAN 1 Mancak,” katanya.

Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa mengatakan, adanya penyegelan kembali itu harus dilaporkan sebagai tindak pidana. Sebab menurut dia, jika ia merasa punya hak atas lahan tersebut silakan ajukan gugatan ke pengadilan. “Jangan main kaya enggak ada hukum. Sekarang secara eksisting (lahan) untuk kegiatan KBM SMP, kalau dia punya hak dan ada bukti gugat ke pengadilan. Kalau dia dengan menyegel itu sama dengan penyerobotan menurut saya itu masuk pelanggaran pidana,” ujarnya.

Dirinya pun mengaku akan melaporkan ulang tindakan tersebut ke Polres atau Polda Banten. Disinggung soal sudah pernah dilaporkan sebelumnya atas kasus serupa, Pandji mengaku belum mendapatkan informasi lebih lanjut. “Mungkin sudah dilaporkan atau enggak (dulu). Tapi nanti saya akan perintahkan laporkan secara resmi. Kita pada posisi yang benar, SMP itu adalah untuk kegiatan masyarakat untuk KBM. Kalau kami ada bukti kepemilikan ada AJB, dan sertifikat. Kalau dia merasa berhak silakan adu bukti di pengadilan. Tidak boleh serobot begitu itu pidana,” ucapnya.

Sementara, pelaku penyegelan Aris Rusman bin Jainul mengatakan, segel tersebut tidak akan dicabut hingga selesai. Dirinya baru akan membuka segel jika Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah yang datang langsung ke lokasi. “Kalau enggak datang ya enggak dibuka,” ujarnya.


Halaman:

Editor: anef

Tags

Komentar

Terkini

X