Senin, 9 Desember 2019

Kemenristekdikti Tingkatkan Kuota Penerima Bidikmisi (KIP Kuliah)

- 14 Oktober 2019, 16:46 WIB
Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir.*/DOK HUMAS KEMENRISTEKDIKTI

JAKARTA, (PR).- Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi meningkatkan kuota penerima Bidikmisi pada 2020. Jumlahnya mencapai 400.000 kursi dengan total anggaran hampir Rp 6 triliun. Dengan demikan, sejak digulirkan pada 2010, mahasiswa miskin yang menerima bantuan dana melalui program Bidikmisi ditargetkan mencapai 600.000 mahasiswa.

"Tetapi tahun depan namanya bukan lagi Bidikmisi. Diganti menjadi Kartu Indonesia Pintar-Kuliah. Hingga lima tahun ke depan, penerima KIP Kuliah ditargetkan mencapai 2 juta mahasiswa," kata Menristekdikti Mohamad Nasir, saat akan menonton film dokumenter Bidikmisi pada Award Kompetisi Film Dokumenter Bidikmisi di Cinema XXI Plaza Senayan, Jakarta, Minggu 13 Oktober 2019.

Menristekdikti mengklaim, dari ratusan ribu mahasiswa dan alumni Bidikmisi, ada banyak kisah inspiratif yang belum dieksplorasi. Menurut dia, sekitar 70% alumni Bidikmisi kini memiliki pekerjaan yang layak, dan tidak sedikit yang menjadi pengusaha kecil menengah. Hal tersebut sesuai dengan tujuan utama dari Bidikmisi yang ingin memutus rantai kemiskinan yang mendera keluarga mahasiswa.

"Salah satunya adalah kisah mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana (Undana) yang dikunjunginya di Kupang, Nusa Tenggara Timur. Orang tua menahan anaknya untuk kuliah. Kamu jangan kuliah. Bapak ibu tak punya uang. Kamu ga bisa kuliah, tapi kebetulan oleh gurunya didorong. Ini pemerintah menyediakan anggaran sampai lulus. Ternyata dia bisa," katanya.

Ia berharap, pada tahun depan banyak siswa tahun terakhir SMA yang mendaftar untuk mendapatkan KIP Kuliah. Penerima KIP Kuliah akan mendapatkan bantuan dana sebesar Rp 700.000 per bulan, meningkat Rp 50.000 dari penerima Bidikmisi tahun ini. Nasir menegasakan, KIP Kuliah tetap menjadi program prioritas pemerintah dalam upaya meningkatkan mutu sumber saya manusia.

"Untuk di negeri dan swasta itu sudah gratis dan biaya hidupnya tadinya dari Rp 600.000, saya naikkan Rp 650.000, sekarang saya naikkan jadi Rp 700.000 per bulan dalam masa empat tahun. Jumlah yang kami berikan itu dulu Rp 4,25 triliun. Sekarang mendekati 6 triliun khusus untuk beasiswa ini, jadi Rp 6 triliun ini khusus untuk KIP Kuliah nanti," ucap Nasir.

Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti Ismunandar menambahkan, KIP Kuliah akan diprioritaskan pada mahasiswa pendidikan tinggi vokasi. Pasalnya, lulusan vokasi dianggap lebih mudah diserap pihak industri. "Program vokasi memang untuk menyiapkan tenaga terampil dan produktif," kata Ismunandar.

Ia menjelaskan, kebutuhan tenaga kerja berketerampilan khusus yang siap pakai semakin meningkat di tengah kemajuan teknologi industri. Kebutuhan sumber daya manusia (SDM) terampil diharapkan dapat dipenuhi oleh lembaga pendidikan vokasi seperti SMK atau pun program Diploma di Politeknik. ***



Editor: ella yuniaperdani

Tags

Komentar

Terkini

X