Senin, 16 Desember 2019

Kemenristekdikti  Tak Larang Mahasiswa Demonstrasi

- 8 Oktober 2019, 16:28 WIB
Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia melakukan aksi unjuk rasa di depan kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 24 September 2019.*/ANTARA

BANDUNG, (PR).- Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi menyatakan tidak melarang mahasiswa menggelar aksi demonstrasi untuk menyampaikan aspirasi. Namun aksi itu tak boleh anarkis, dan tidak digerakkan oleh rektor.

Direktur Jenderal Ditjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti Ismunandar mengatakan, kementerian tak melarang penyampaian aspirasi. "Penyampaian aspirasi adalah hak mahasiswa, hak warga negara," katanya saat ditemui Universitas Padjadjaran Bandung, Minggu 6 Oktober 2019 sore.

Namun ia menyatakan aksi mahasiswa tak boleh anarkis. Selain itu, aksi tersebut tidak boleh digerakkan oleh kepentingan lain selain menyampaikan aspirasi.

"Tidak boleh kalau anarkis dan ada orang yang secara sistematis menggerakkan dan punya tujuan di luar tujuan menyampaikan aspirasi," katanya.

Kementerian, kata Ismunandar, tidak bermaksud menghalangi penyampaian aspirasi. Kementerian juga tidak akan memberi sanksi kepada rektor karena mahasiswanya berunjuk rasa. Sanksi dijatuhkan jika Rektor menggerakkan demonstrasi.

"Yang disampaikan menteri, kalau Rektor menggerakkan demonstrasi. Kalau (mahasiswa) menyampaikan aspirasi ya enggak (disanksi). Kalau demonya tidak anarkis, bukan gara-gara digerakkan yang enggak apa-apa," tuturnya.

Sebelumnya pada Kamis 3 Oktober 2019, para Rektor perguruan tinggi di Bogor bersama dengan Wali Kota Bogor Bima Arya menyepakati Tujuh Pesan Bogor untuk menyikapi kondisi tanah air. Salah satu poinnya, mendukung kemurnian perjuangan mahasiswa yang dilakukan secara damai dalam menyampaikan aspirasi atau pendapat di muka umum, di gedung DPR, kepada Presiden, dan di berbagai daerah dalam bentuk unjuk rasa yang dijamin oleh undang undang.

"Kami meyakini bahwa unjuk rasa mahasiswa tersebut cerminan dari kegundahan yang berkembang di tengah-tengah masyarakat akhir-akhir ini," demikian butir kedua Tujuh Pesan Bogor.

Poin selanjutnya, mereka meminta aparat keamanan agar tidak represif dalam menangani aksi-aksi unjuk rasa mahasiswa dan elemen masyarakat.***



Editor: ella yuniaperdani

Tags

Komentar

Terkini

X