Jumat, 6 Desember 2019

Kemendikbud Gandeng ITB untuk Terapkan Kelas Sementara Penetralisir Dampak Karhutla

- 18 September 2019, 16:25 WIB
BARA api terlihat di lahan yang terbakar di daerah Sebangau, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Selasa, 17 September 2019. Kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah menyebabkan sejumlah daerah di Provinsi tersebut diselimuti kabut asap.*/ANTARA

JAKARTA, (PR).- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menggandeng Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk menanggulangi dampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terhadap proses kegiatan belajar mengajar di sekolah. Dengan demikian, siswa di daerah Karhutla diharapkan segera kembali sekolah tanpa harus terancam terkena risiko penyakit akibat asap.

Mendikbud Muhadjir Effendy menuturkan, ITB memiliki alat dan desain kelas sementara yang bisa menetralisir dampak asap yang dalam sepekan terakhir semakin tebal menyelimuti beberapa sekolah di daerah. Teknologi tersebut sudah pernah diterapkan pada kejadian Karhutla pada 2015 lalu. 

“Sekarang masih dilihat perkembangannya. Pemerintah akan siapkan kalau memang nanti dampak asap ini terlalu lama. Segera saya rapatkan kemungkinan untuk membangun atau menyiapkan namanya ruang belajar bebas asap. Yang sudah ada teknologinya sangat sederhana dari ITB,” kata Muhadjir di Kantor Kemendikbud, Rabu, 18 September 2019. 

Ia menjelaskan, ITB juga akan dilibatkan dalam membangun ruang kelas bebas asap. Kemendibud masing menghitung biaya untuk membangun sarana dan prasarana tersebut.

“Jadi nanti ruang kelasanya terbuka, banyak jendela dan dipasangi penyaring partikel lalu diberi pelembab,” katanya.

Ia menuturkan, saat ini, Kemendikbud terpaksa meliburkan siswa di beberapa sekolah terdampak Karhutla. Kebijakan tersebut diambil setelah Mendikbud mengikuti rapat terbatas dengan Presiden RI Joko Widodo di Pekanbaru, Riau beberapa waktu lalu.

“Liburnya bervariasi di masing-masing daerah.  Ada yang sudah 9 hari. Ada yang baru 3 hari tergantung tingkat keparahannya. Tetapi guru dan kepala sekolah tetap kerja di sekolah. Ada juga yang memantau kegiatan siswa di rumah bekerja sama dengan orang tua siswa,” ujarnya.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendorong pemerintah bertindak cepat dan tepat dalam menanggulangi dampak Karhutla. Komisioner Bidang Pendidikan KPAI Retno Listyarti menuturkan, asap yang melanda sebagian Sumatera dan Kalimantan sangat merugikan siswa.

“KPAI mendorong pemerintah daerah dan pemerintah pusat untuk bersinergi bahu membahu mengatasi kebakaran hutan dan segala dampaknya, terutama bagi anak-anak dan kelompok rentan lainnya,” katanya.


Halaman:

Editor: Endah Asih

Tags

Komentar

Terkini

X