Sabtu, 29 Februari 2020

Mengatasi Limbah Cair dengan Cangkang Telur

- 19 Agustus 2019, 06:14 WIB
PARA mahasiswa Program Studi Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Padjadjaran membuktikan cangkang telur bisa menjadi adsorben limbah cair. */ CATUR RATNA WULANDARI/PR

BARANGKALI tak banyak orang yang tak suka pada telur. Telur memang enak untuk dibuat apa saja, bahkan jikapun tak diolah menjadi makanan lain. Telur rebus atau telur ceplok saja sudah enak dipakai untuk pelengkap bubur atau nasi. Banyak orang malah suka makan telur mentah untuk alasan kesehatan.

Masalahnya, dari sekian banyak konsumsi telur, pasti banyak cangkang telur yangterbuang percuma, hanya menjadi penghuni tempat sampah. Kalaupun ada orang yang agak rajin, cangkang itu dipakai untuk hiasan tanaman yang runcing. Atau kalau memang rajin dan terampil, cangkang telur dibuat hiasan setelah dilukis bagian luarnya.

Di tangan para mahasiswa Universitas Padjadjaran, cangkang telur bisa menjadi sesuatu yang berguna.

Cangkang telur ternyata bisa menjadi adsorben limbah cair. Jika dicampur dengan sekam padi, cangkang telur terbukti efektif menyerap tembaga dan metilen biru yang terkandung pada limbah cair.

Penelitian ini dilakukan oleh tiga mahasiswa Program Studi Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Unpad, yaitu Hendri Setiawan, Umi Faoziyah Anindi, dan Dedek Yusuf Pulungan. Mereka mengembangkan campuran atau komposit dari limbah cangkang telur dan sekam padi sebagai adsorben tembaga dan metilen biru. Adsorben sendiri merupakan zat padat yang dapat menyerap fluida dalam proses adsorpsi atau penyerapan.

"Cangkang telur yang digunakan bisa jenis apa saja, baik telur ayam kampung maupun lainnya. Semua bisa dipakai karena mempunyai potensi yang sama," kata Hendri kepada PR, Jumat 16 Agustus 2019.

Murah dan bermanfaat

Bukan tanpa alasan para mahasiswa Unpad tersebut memilih cangkang telur. Pemilihan cangkang telur dan sekam padi lantaran bahan-bahan itu murah, dan memiliki nilai guna lainnya. Harapannya, komposit yang dihasilkan lebih ekonomis, tetapi efektif, dan efisien untuk mengatasi limbah cair.

Penelitian dilakukan untuk memperoleh komposit hidroksiapatit-biochar dari cangkang telur ayam dan sekam padi, serta mengukur kemampuan adsorpsinya terhadap polutan anorganik (Cu (II)) dan polutan organik metilen biru.

Cangkang telur diubah menjadi hidrosipatit. Sedangkan sekam padi diolah menjadi arangnnya. Menurut mereka, proses ini lebih mudah dan murah dibandingkan mengolahnya menjadi karbon aktif.

Halaman:

Editor: anef

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X