Selasa, 28 Januari 2020

ITB Buka Pendaftaran Calon Rektor

- 6 Agustus 2019, 18:45 WIB
ITB/DOK. PR

BANDUNG, (PR).- Majelis Wali Amanat (MWA) Institut Teknologi Bandung (ITB) membuka penjaringan calon Rektor ITB periode 2020-2025. Rektor terpilih rencananya akan dilantik 20 Januari 2020.

Ketua MWA ITB Yani Panigoro menjelaskan, pendaftaran calon Rektor ITB dibuka mulai Senin, 5 Agustus 2019, sampai Jumat, 30 Agustus 2019. Setelah itu akan dilakukan verifikasi dan seleksi. "Dua September akan mulai dilakukan assesment. Diharapkan Rektor terpilih pada akhir November 2019," kata Yani kepada wartawan di Gedung Annex Lantai 3 ITB, Selasa, 6 Agustus 2019.

Ia mengatakan, menurut Statuta ITB, Rektor baru harus sudah terpilih tiga bulan sebelum jabatan Rektor berakhir. Sehingga estafet kepemimpinan bisa berjalan lancar.

Sekretaris Eksekutif MWA ITB Benhard Sitohang menjelaskan, sesuai dengan Peraturan MWA ITB Nomor 004/PER/I1.MWA/OT/2019 tentang Pedoman dan Tata Pendaftaran Calon untuk Pilrek ITN Periode 2020-2025, calon harus Warga Negara Indonesia dan setia kepada Pancasila dan NKRI, memiliki gelar Doktor (S3) yang berasal dari perguruan tinggi dalam negeri yangbterakreditasi atau perguruan tinggi luar negeri yang diakui oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. Selain itu, calon harus belum berusia 60 tahun saat pelantikan Rektor pada 20 Januari 2020. 

Calon harus sehat jasmani dan rohani untuk menjalankan tugas sebagai Rektor menurut keterangan dokter dan psikologi, tidak pernah dipidana berdasarkan keputusan pengadilan yang memiliki kekuatan hukum tetap karena melakukan perbuatan yang diancam pidana penjara. Kandidat haris memiliki integritas diri yang baik, mempunyai visi, wawasan, dan minat terhadap pengembangan ITB.

"Memahami sistem pendidikan ITB dan nasional, memiliki kompetensi manajerial, dan entrepreneurial, dan memiliki rekam jejak akademik dan kepemimpinan yang baik," tutur Benhard.

Pendaftar harus melengkapi persyaratan administratif berupa surat pernyataan bermaterai yang menyatakan setia kepada Pancasila dan NKRI; bersedia untuk mengikuti proses pemilihan Rektor, termasuk mengikuti assessment yang diperlukan dari berbagai pihak, nonaktif dari jabatan yang mengandung konflik kepentingan, menyerahkan ber agai dokumen dan atau informasi tambahan yang dibutuhkan untuk keberhasilan pemilihan, dan bersedia menjadi Rektor.

Kandidat juga harus menyerahkan salinan ijazah pendidikan terakhir, surat tanda kelahiran, dan identitas diri; rekam jejak; dan surat pernyataan visi atau motivasi menjadi Rektor yang ditulis tangan, maksimal dua halaman.

Halaman:

Editor: Siska Nirmala

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Jawa Barat Network

X