Selasa, 28 Januari 2020

Program YES 2019, Belajar ke Amerika Sambil Memperkenalkan Indonesia

- 6 Agustus 2019, 14:22 WIB
SEBANYAK 80 siswa SMA dari berbagai daerah di Indonesia mendapatkan beasiswa Kennedy Luggar Youth Exchange and Study (YES) 2019. Senin, 5 Juli 2019, mereka bertandang ke kediaman Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Joseph R Donovan JR di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, untuk dijamu dan diberi pembekalan sebelum berangkat ke Amerika.*/MUHAMMAD IRFAN/PR

DENGAN semangat, Muhammad Fathir, siswa MAN 1 Subang, bertandang ke kediaman Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Joseph R Donovan JR, di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin, 5 Juli 2019. Kedatangannya ke sana tentu bukan untuk sekadar bertamu.

Dia bersama 79 temannya diundang khusus oleh Joseph Donovan untuk dijamu dan diberi pembekalan sebelum berangkat ke AS. Ya, Fathir dan 79 kawannya dari berbagai daerah di Indonesia akan berangkat ke sana!

Lolos lewat program beasiswa Kennedy Luggar Youth Exchange and Study (YES) 2019, ke-80 siswa-siswi tingkat SMA ini akan menghabiskan satu tahun ke depan di negeri Paman Sam. Selain studi, mereka juga disebar di beberapa negara bagian dan tinggal bersama keluarga asli Amerika untuk mengenal dan memahami kultur sana. Sebaliknya, mereka bertugas untuk memperkenalkan Indonesia kepada warga Amerika.

"Kesempatan ini life changing banget buat saya," kata Fathir kepada "PR" saat bertemu di kediaman Dubes Joseph Donovan.

Namun, untuk sampai pada tahap ini, Fathir dan yang lainnya sudah melalui proses seleksi panjang yang cukup menguras tenaga dan pikiran. Menurut Fathir, proses itu bahkan memakan waktu sampai satu tahun.

"Kita melewati seleksi satu tahun, dari mulai administrasi, cek berkas gitu-gitu, wawancara, seleksi nasional dan internasional untuk sampai ada di sini," ucap dia.

Selain proses seleksi yang menentukan lolos atau tidaknya mereka di program ini, Fathir juga menceritakan adanya tentangan dari lingkungannya sendiri. Maklum, selama ini ada kesan bahwa umat Muslim kerap mendapat perlakuan diskriminatif di negeri paman Sam.

"Saya berasal dari madrasah, itu kontroversi sekali. Kayak yang bilang ngapain ke Amerika? Tapi di sini, kesempatan saya untuk bilang bahwa saya ke sana itu untuk belajar dan menjadi jembatan untuk saling memahami antara Indonesia dengan Amerika. Sesuai dengan tujuan program ini, Amerika juga ingin memahami negara Muslim yang signifikan," ucap Fathir yang nanti akan tinggal negara bagian South Carolina.

Antusias untuk belajar kultur dan kemandirian

Halaman:

Editor: Vebertina Manihuruk

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Jawa Barat Network

X