Senin, 20 Januari 2020

Muhadjir Effendy: Zonasi Kunci Terakhir Perbaiki Marwah Pendidikan

- 3 Juli 2019, 09:35 WIB
MENDIKBUD Muhadjir Effendy.*/ DOK. PIKIRAN RAKYAT

JAKARTA, (PR).- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Muhadjir Effendy menyebutkan, sistem zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru 2019 merupakan kunci terakhir dalam upaya mengembalikan marwah pendidikan. Hal itu disampaikan dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Fraksi NasDem di Kompleks Parlemen Senayan, Selasa, 2 Juli 2019. 

Menurut Muhadjir, ada kondisi tidak sehat dengan sekolah seperti masalah laten kastanisasi yang terbentuk karena struktur penyelenggaraan. Lebih jauh lagi, masalah ini lahir dari kebijakan yang pernah diambil, termasuk dampaknya adalah sekolah memasang passing grade

“Yang memasang grade paling tinggi kemudian menjadi favorit. Siswa yang tidak dapat masuk ke sekolah favorit dianggap kelas dua dan seterusnya, sehingga siswa yang masuk ke sekolah yang tidak memasang passing grade dianggap sebagai paling rendah,” kata Muhadjir.

Sistem zonasi, lanjut Muhadjir, merupakan konstruksi pendidikan yang diwariskan dari jaman kolonial. Negara tidak mungkin membiarkan segregasi sosial terus-menerus terjadi. 

“Kalau kita amati, sekolah favorit ada di kota-kota besar. Mereka menempati bangunan peninggalan kolonial yang sebenarnya sudah tidak layak pakai. Ini terus dipaksakan sampai sekarang untuk melanggengkan status dan perbedaan kelas,” ucap Muhadjir menegaskan.  

Pro dan kontra

Menjawab pro kontra masyarakat atas diberlakukannya sistem zonasi, Muhadjir mengaku telah menginventarisir pendapat dari berbagai komponen masyarakat. Dari sekian banyak pendapat itu, berakhir pada memberi persetujuan terhadap sistem zonasi jika seluruh prasyarat dan faktor penentunya sudah bagus.

“Kalau demikian, sudah tidak perlu ada lagi sistem zonasi. Sistem zonasi juga bukanlah hal baru, kajiannya telah dilakukan dari beberapa tahun sebelumnya. Hanya saja, belum ada yang berani. Kalau masalahnya keberanian, saya bilang, saya berani. Mengapa kita harus terus menunda hal baik untuk menyelamatkan generasi muda bangsa ini,” ucap dia.

Sementara itu, Wakil Ketua Fraksi Nasdem, Zulfan Lindan mengatakan bahwa kebijakan pendidikan ini secara konseptual sudah berangkat dari visi untuk menjadikan rakyat Indonesia memiliki kapasitas dan kualitas pendidikan yang lebih baik.

“Yang harus kita akui adalah kekurangan dalam operasional pelaksanaan kebijakan. Ini yang harus kita akui,” kata Zulfan.

Halaman:

Editor: Endah Asih

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Jawa Barat Network

X