Minggu, 15 Desember 2019

Merintis Start Up Kolaborasi Indonesia dan Korea

- 24 Juni 2019, 19:11 WIB
AYU Purwarianti dari Informatika ITB memaparkan materinya, saat menjadi pembicara pada

BANDUNG, (PR).- Institut Teknologi Bandung dan Seoul Women's University berkolaborasi menguatkan upaya melahirkan perusahaan rintisan (start up) baru. Harapannya, kedua universitas bisa melahirkan sebuah start up bersama.

14 mahasiswa dan 4 profesor Seoul Women's University bergabung bersama mahasiswa ITB dalam Global Emerging Market IT Business Entrepreneur Program yang digelar di Gedung Departemen Fisika, Kampus ITB mulai Senin, 24 Juni 2019. Kegiatan ini menghadirkan pembicara-pembicara dari kedua perguruan tinggi.

Selain itu, digelar pula Hackaton Contest. Menariknya, setiap tim peserta berisi mahasiswa dari ITB dan Seoul Women's University.

"Supaya belajar berkolaborasi antar negara," kata Ketua Penyelenggara Global Emerging Market IT Business Entrepreneur Program Acep Purqon.

Ia mengatakan, Indonesia dan Korea bisa saling belajar dalam hal mengembangkan start up. Indonesia sebagai pasar yang tengah meroket menyediakan banyak kasus yang bisa menjadi studi para mahasiswa ini. "Banyak persoalan yang bisa dicari solusinya," ujarnya.

Sementara Indonesia bisa belajar dari Korea terkait sistem pengembangan start up yang jauh lebih mapan. Acep mengatakan, Korea mempunyai regulasi dan sistem yang mendukung lahirnya start up. Dengan dukungan dan atmosfer yang baik, satu daerah di Korea bisa melahirkan 500 start up baru.

Sementara itu, pembicara ITB dari Teknik Informatika, Ayu Purwarianti mengatakan, start up sesungguhnya sangat rentan. Kompetisi yang ketat bisa membawa sebuah start up ke puncak, tetapi juga sebaliknya.

Ada beberapa hal yang menjadi kunci sukses start up. Antara lain mengenali pasar, tidak pernah menyerah, gairah, jaringan, dan melihat masa depan.

Ayu mencontohkan salah satu start up buatan alumni ITB, BukaLapak yang dibangun 10 tahun lalu. "Meski pada tahun-tahun pertama sudah ada 10.000 produsen yang mendaftar, tapi konsumen belum percaya uangnya aman bertransaki di sana," katanya.


Halaman:

Editor: Siska Nirmala

Tags

Komentar

Terkini

X