Jumat, 6 Desember 2019

UNY Luncurkan Mobil Listrik Garuda

- 23 Juni 2019, 16:58 WIB
*/UNY.AC.ID

JAKARTA, (PR).- Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) meluncurkan mobil listrik Garuda UNY bertepatan dengan Dies Natalis ke-55. Mobil tersebut merupakan karya inovatif dari mahasiswa Fakultas Teknik UNY.

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir optimistis, Garuda UNY bisa diproduksi massal pada 2025. Pasalnya, dukungan dari pemerintah dan pihak industri semakin besar. Menurut dia, mobil listrik menjadi program prioritas jangka panjang dalam rangka menyambut bonus demografi 2045.

Kemenristekdikti telah menganggarkan Rp100 miliar setiap tahunnya untuk mendorong riset dibidang kendaraan listrik yang hemat energi. Untuk mampu menciptakan kendaraan yang bebas polusi, pemerintah berusaha menggandeng industri untuk mengembangkan suku cadang kendaraan listrik tersebut.

“Indonesia sudah bisa memproduksi massal kendaraan listrik yang ramah lingkungan dengan berkolaborasi bersama industri agar bisa dikomersialisasikan.Saat ini inovasi di bidang kendaraan listrik harus terus ditingkatkan, saya berharap pada tahun 2025 nanti kita sudah mampu memproduksi secara massal," kata Nasir dalam siaran pers di Jakarta, Sabtu, 22 Juni 2019.

Ia menilai, UNY telah meraih capaian luar biasa dalam meningkatkan inovasi di bidang kendaraan listrik. Ia berharap, UNY mampu menjadi perguruan tinggi negeri berkelas dalam jangka waktu secepatnya. Kendati demikian, Nasir menegaskan pihak UNY harus bisa mengkomersialisasikan hasil dari inovasi tersebut.

Rektor UNY Sutrisna Wibawa menyatakan, peluncuran mobil listrik Garuda UNY diharapkan dapat mendorong UNY semakin berkembang dan menjadi world class university. Selain Garuda UNY, karya inovatif mahasiswa Fakultas Teknik UNY juga menampilkan mobil hemat energi peraih rekor Asia dengan hitungan 1 liter bahan bakar minyak dapat menempuh 283 kilometer.

"Saya berharap inovasi yang sudah dihasilkan ini dapat mendorong UNY semakin berkembang sebagai upaya untuk ikut mengembangkan pembangunan pendidikan di Indonesia,” tutur Sutrisna.

Kemenristekdikti juga menargetkan pada 2022 Indonesia mampu memproduksi baterai lithium secara mandiri. Target tersebut untuk mendukung industri motor dan mobil listrik nasional. Kebutuhan akan baterai lithium ke depannya akan semakin meningkat, seiring dimulainya industri motor listrik dan mobil listrik di Indonesia. 

Nasir menuturkan, saat ini, proyek strategis nasional tersebut sedang dikerjakan di Pusat Pengembangan Bisnis dan Unit Produksi Baterai Lithium Universitas Sebelas Maret (UNS) dan 5 perguruan tinggi negeri lainnya. Menurut dia, Indonesia tengah mengembangkan teknologi guna memproses bahan baku lithium di Halmahera dan diperkirakan tahun 2021 sudah terbangun. 


Halaman:

Editor: Eva Fahas

Tags

Komentar

Terkini

X