Rabu, 26 Februari 2020

Tel-U Bakal Miliki Gedung Pencakar Langit

- 20 Juni 2019, 08:47 WIB
JAJARAN pejabat Tel-U bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung Teddy Kusdiana meresmikan dimulainya pembangunan Tel-U Landmark Building di kampus Tel-U, Kabupaten Bandung, Rabu 19 Juni 2019. Gedung tersebut rencananya akan dibangun setinggi 19 lantai dengan konsep Go Green dan Smart Building.*/HANDRI HANDRIANSYAH/PR

SOREANG, (PR).- Universitas Telkom (Tel-U) akan segera mencatat sejarah sebagai salah satu dari sebagian kecil Perguruan Tinggi di Jawa Barat yang memiliki gedung kampus pencakar langit. Hal itu ditandai dengan dimulainya pembangunan Tel-U Landmark Building (TULT) yang rencananya dibangun dengan ketinggian 19 lantai.

Ketua Yayasan Tel-U Dwi S. Purnomo mengatakan, saat ini tak banyak perguruan tinggi di Jabar yang memiliki gedung setinggi 19 lantai. "Ini akan menjadi monumental karena konsepnya juga Go Green dan Smart Building," ucapanya seusai acara Ground Breaking pembangunan TULT di kampus Tel-U, Kabupaten Bandung, Rabu 19 Juni 2019.

Menurut Dwi, pembangunan gedung tersebut rencananya akan memakan waktu selama dua tahun. Namun dengan percepatan yang akan diterapkan, diharapkan gedung itu rampung pada akhir 2020.

Dwi berharap pembangunan gedung itu akan semakin memantapkan eksistensi Tel-U yang kini sudah masuk jajaran 10 Besar kampus terbaik tanah air. Sebuah prestasi yang memang terbilang melesat karena saat ini ada sedikitnya 4.500 universitas negeri dan swasta di Indonesia.

Lebih jauh, kata Dwi, gedung baru tersebut merupakan salah satu langkah Tel-U dalam menyongsong era Revolusi Industri 4.0 yang menuntut perguruan tinggi mengembangkan program-program studi baru sesuai perkembangan kebutuhan. Soalnya gedung tersebut diperkirakan akan memuat sedikitnya 178 ruang kelas baru untuk proses pembelajaran mahasiswa.

Hal itu ditegaskan juga oleh Rektor Tel-U Adiwijaya. Ia mengatakan bahwa pihaknya akan segera membuka fakultas kedokteran dan fakultas pariwisata dalam menyongsong era Revolusi Industri 4.0.

Adiwijaya menambahkan, fakultas kedokteran memang sudah banyak dibuka oleh sejumlah perguruan tinggi di Jabar. Namun ia menilai bahwa sektor kesehatan masih menjadi salah satu prioritas pembangunan di Indonesia.

Oleh karena itu ia optimistis masih akan banyak calon tenaga kesehatan yang butuh difasilitasi pendidikannya. Selain itu, Tel-U sendiri membuat inovasi dengan membuat fakultas kedokteran berbasis teknologi informasi (TI).

Belum tergali

Sedangkan untuk fasultas pariwisata yang terbilang "barang baru", Adiwijaya pun menilai potensinya sangat besar. Apalagi saat ini masih banyak potensi wisata yang belum tergali akibat keterbatasan sumber daya manusia para pelaku pariwisata.

Halaman:

Editor: anef

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X