Rabu, 26 Februari 2020

Hampir 50 Persen Warga Sumedang Cuma Lulusan SD

- 20 Juni 2019, 06:18 WIB
FOTO ilustrasi siswi SD.*/ANTARA

SUMEDANG,(PR).- Sesuai data yang dimiliki Pemerintah Kabupaten Sumedang, saat ini tingkat pendidikan masyarakat di Sumedang masih didominasi oleh lulusan sekolah dasar (SD). Bahkan menurut Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir, hampir 50 persen warga Sumedang itu tingkat pendidikannya masih lulusan SD.

"Hampir 50 persen warga Sumedang, pendidikannya lulusan SD," kata Dony, saat memberikan keterangan Pers di Media Center IPP Setda Sumedang, Rabu 19 Juni 2019.

Ironisnya, warga yang hanya lulusan SD dan SMP itu ternyata banyak yang bekerja sebagai buruh pabrik di sebuah perusahaan tekstil di kawasan industri, wilayah Kecamatan Jatinangor dan Cimanggung.

Kondisi ini, tentunya menjadi perhatian khusus bagi Pemkab Sumedang, karena bagaimanapun juga pemerintah memiliki kewajiban untuk mendorong masyarakatnya supaya bisa mendapatkan pendidikan yang layak sesuai dengan target Pemerintah Pusat.

Untuk memperbaiki tingkat pendidikan ini, kata Dony, maka Pemkab Sumedang akan terus mendorong agar semua masyarakat yang masih berpendidikan sampai SD supaya bisa mengikuti Program Paket B (setara SMP) dan paket C (setara SMA).

Program Paket B dan Paket C ini, diberikan secara gratis, hanya tinggal bermodalkan semangat serta kemauan masyarakat untuk mengikuti program pendidikan tersebut.

"Untuk tahun sekarang, Kabupaten Sumedang kebetulan mendapat kuota Paket B dan C dari Pemerintah sebanyak sepuluh ribu siswa. Ini kesempatan besar, untuk itu tolong manfaatkan kesempatan ini dengan sebaik mungkin agar pendidikan masyarakat di Sumedang bisa lebih meningkat," ujarnya kepada wartawan Kabar Priangan, Taufik Rochman,

Terkait banyaknya warga lulusan SD dan SMP yang bekerja sebagai buruh pabrik, Dony, menjelaskan bahwa para buruh bersangkutan bakal didorong supaya bisa mengikuti program Paket B (bagi yang hanya lulusan SD) dan Paket C (bagi yang hanya lulusan SMP).

"Kami sudah intruksikan Dinas Pendidikan supaya melakukan upaya khusus agar buruh yang hanya memiliki izasah SD dan SMP itu bisa mengikuti program paket," katanya.

Halaman:

Editor: anef

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X