Sabtu, 6 Juni 2020

Penerapan Zonasi Bisa Timbulkan Keresahan di Masyarakat

- 10 Juni 2019, 23:10 WIB
ILUSTRASI penerimaan peserta didik baru (PPDB).*/DOK. PRFM

BANDUNG, (PR).- Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 untuk SMA, SMK, dan SLB diharapkan tidak menimbulkan potensi konflik di masyarakat. Komite Monitoring PPDB 2019 meminta Panitia PPDB Jawa Barat berkaca dari pelaksanaan PPDB Kota Bandung.

Menurut Koordinator Pengaduan Komite Monitoring PPDB 2019 Akyad, panitia PPDB Jabar perlu menyiapkan antisipasi atas penyelenggaraan PPDB yang akan dibuka pada 17 Juni 2019. Ia menyebutkan penetapan zonasi bisa saja menimbulkan keresahan di masyarakat.

Akyad mencontohkan yang terjadi saat PPDB Kota Bandung untuk SMP. Terjadi penumpukan pendaftar karena beberapa sekolah tidak menggunakan kartu antrean. Hal itu menimbulkan kerawanan konflik di sekolah.

"Bisa dibayangkan berdesak-desakan tanpa nomor antrean akan seperti apa. Belum lagi tidak ada kejelasan waktu bagi masyarakat dilayani oleh panitia pendaftaran," ucap Akyad,  Senin 10 Juni 2019.

Akyad mengatakan khusus untuk PPDB, orang tua calon peserta didik rela tidak masuk kerja karena harus mengantar anaknya mendaftar. Proses pendaftaran, kata Akyad, bisa saja seharian.

Keresahan berikutnya, lanjut Akyad, input data di sistem online. Akyad mengatakan Panitia PPDB Jabar merilis informasi bahwa data calon peserta didik tidak akan terpampang secara real time. Hal itu diprediksi akan menimbulkan keresahan karena menunggu kepastian.

"Justru ketika tidak ditampilkan secara real time, semakin membuat orang tua dan anaknya resah. Mereka akan mencurigai adanya kecurangan," ungkapnya.

Hal serupa terjadi di PPDB Kota Bandung, kata Akyad, di mana panitia baru memasukkan data pendaftar pada malam hari usai pendaftaran hari itu ditutup. Ia mengatakan panitia di sekolah sebaiknya segera memasukkan data pendaftar.

"Seleksi bisa saja dilakukan setelah penutupan pendaftaran. Tapi data pendaftar secara daring perlu dipampang hari itu juga sehingga masyarakat merasa lebih tenang," ujarnya.

Halaman:

Editor: ella yuniaperdani


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X