Rabu, 22 Januari 2020

Pendaftar Melonjak, Input Data PPDB 2019 Kota Bandung Perlu Waktu Lebih Panjang

- 26 Mei 2019, 16:36 WIB
ORANG tua calon siswa antre saat mendaftarkan anaknya pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019, di SMPN 7 Bandung, Jalan Ambon, Kota Bandung, Kamis, 23 Mei 2019. Pada hari pertama PPDB 2019 di sekolah tersebut, sebanyak 250 orang pendaftar telah mengambil nomor antrean. PPDB tingkat SD dan SMP berlangsung hingga 28 Mei 2019.*/ADE BAYU INDRA/PR

BANDUNG, (PR).- Melonjaknya jumlah pendaftar pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Kota Bandung menyebabkan proses input data tak bisa diselesaikan pada hari yang sama. Orangtua diminta tidak khawatir jika nama anaknya yang mendaftar belum tercantum pada hasil seleksi sementara di situs PPDB Kota Bandung.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bandung, Mia Rumiasari, mengatakan, proses input memerlukan waktu sekitar 1-7 menit untuk satu pendaftar. Prosesnya dilakukan oleh operator di masing-masing sekolah.

"Proses input dilakukan setelah pendaftaran hari itu ditutup. Jadi tidak di-input langsung setelah mendaftar, menunggu semua selesai baru di-input," kata Mia saat dihubungi, Minggu, 26 Mei 2019.

Ia mengatakan, menurut aturan, proses input dilakukan sampai pukul 20.00 WIB. Namun, karena jumlah pendaftar yang membludak sejak hari pertama, proses input tidak bisa selesai pada hari itu sehingga dilanjutkan pada hari berikutnya. Sekolah kemudian meminta izin agar bisa melakukan input sampai dengan pukul 22.00 bahkan 23.00 WIB.

Mia meminta agar orangtua tidak khawatir jika belum menemukan nama putra atau putrinya di situs https://ppdb.bandung.go.id/hasil-seleksi. "Tidak perlu khawatir, ditunggu saja karena memang input ini memerlukan waktu," ujarnya.

Kendala teknis sempat terjadi

Kendala teknis input ini pula yang menyebabkan jumlah pendaftar yang ter-input pada hari-hari pertama belum banyak. Selain itu, ditemukan pula jumlah calon siswa di kolom hasil seleksi lebih banyak dibandingkan di kolom pendaftar. "Masih dalam proses input," katanya.

Mia memastikan, hal itu bukan karena ada siswa yang masuk tanpa mendaftar. Semua calon siswa harus memasukkan berkas pendaftaran di sekolah yang dituju. "Hanya sekolah yang melakukan input. Tidak ada proses input lain yang dilakukan kecuali di sekolah. Disdik tidak melakukan input data," katanya.

Penghitungan jarak rumah ke sekolah yang menjadi dasar penentu pada sistem zonasi ini, kata Mia, ditentukan oleh sistem. Melalui koordinat yang dimasukkan oleh orangtua, sistem akan menghitung jarak rumah ke sekolah.

Halaman:

Editor: Vebertina Manihuruk

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Jawa Barat Network

X