Senin, 16 Desember 2019

Sekolah Negeri Jangan Sembarangan Tambah Kuota Siswa

- 15 Mei 2019, 18:46 WIB
ILUSTRASI pendidikan.*/DOK. PR

BANDUNG, (PR).- Sekolah negeri harus mengumumkan kuota dan rombongan belajar (rombel) yang akan diterima. Tidak boleh ada penambahan siswa setelah proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) selesai.

Ketua Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Bambang Sutrisno mengatakan, kuota rombel penting untuk diumumkan di awal. Sekolah agar menerima siswa sesuai dengan ruang kelas belajar (RKB) dan guru yang ada.

"Jangan sampai ada yang mampunya 10 rombel tapi ternyata menerima sampai 15 rombel," katanya kepada PR, Rabu, 15 Mei 2019.

Ia mengatakan, praktik seperti itu yang merugikan sekolah swasta. Menurut dia, hal itu masih terjadi pada PPDB tahun lalu.

Ia mengatakan, setiap PPDB, sekolah swasta tidak menolak siswa. Tetapi yang terjadi, ada siswa yang tidak diterima di negeri namun juga tak mau ditempatkan di swasta.

Kejadian lainnya, ada siswa yang sudah masuk di sekolah swasta namun kemudian membatalkan karena dinyatakan diterima di sekolah negeri. "Itu karena sekolah negeri masih menerima lagi, jadi yang tadinya sudah tidak diterima dipanggil lagi," katanya.

Oleh karena itu, ia meminta agar kuota sekolah negeri itu didasarkan pada RBK dan jumlah guru yang ada. Bukan dari usulan sekolah sendiri. 

"Jangan sampai kemampuan 15 tapi menerima 20 (rombel) dengan alasan meningkatkan APK (Angka Partisipasi Kasar). Itu tidak benar," katanya.

Bambang menegaskan, BMPS akan mengikuti peraturan PPDB yang berlaku. Ia berharap, pelaksanaannya lebih baik setiap tahunnya. 


Halaman:

Editor: Siska Nirmala

Tags

Komentar

Terkini

X