Selasa, 10 Desember 2019

Pembelajaran Semakin Personal dan Bersifat Visual

- 9 Mei 2019, 06:10 WIB
PENGUNJUNG mencoba salah satu alat peraga pendidikan, pada Pameran Pendidikan IPA, di Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Ilmu Pengetahuan Alam (PPPPTK IPA), Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Rabu 8 Mei 2019.*/ADE BAYU INDRA/PR

BANDUNG, (PR).- Pendidikan Indonesia perlu bertransformasi untuk menyiapkan generasi pembelajar. Guru-guru saat ini harus mengajar siswa dari generasi Z yang mempunyai karakteristik yang berbeda.

Pengembangan Teknologi Pembelajaran Ahli Utama Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan (Pustekkom) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Sumarno mengatakan, guru perlu cara yang berbeda dalam mengelola generasi Z (usia 6-20 tahun) yang saat ini tengah menempuh pendidikan. Generasi ini merupakan masyarakat informasi yang berpendidikan.

"Maka itu perlu membuat metode pengajaran yang baru, memanfaatkan teknologi, dan cara-cara baru untuk pembelajaran," kata Sumarno saat menjadi pembicara di Seminar Internasional Science Education Towards 21th Century Skills and Industrial Revolution 4.0 di Aula Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Ilmu Pengetahuan Alam (PPPPTK IPA) Jalan Diponegoro Kota Bandung, Rabu 8 Mei 2019.

Ia mengatakan, tren pembelajaran di masa depan terbuka lebar. Pembelajaran lebih bersifat visual, semakin personal, dan bisa di mana saja.

Data World Economic Forum 2016 menyebut, 65 persen anak-anak yang masuk SD saat ini akan bekerja pada pekerjaan yang belum ada saat ini. Dengan kata lain, profesi-profesi yang benar-benar baru.

Perkembangan teknologi, kata Sumarno, memberi peluang berbagai metode pembelajaran. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran.

Sumarno mengatakan, penggunaan TIK sendiri telah digunakan secara terintegrasi. Mulai dari PPDB daring, proses belajar lewat Rumah Belajar, TV Edukasi, dan sebagainya. Sebagai output, telah dilaksanakan pula Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). "Pada akhirnya sebagai outcome, siswa bisa membuat portofolio," katanya.

Dean of College of Education Charles Darwin University, Australia Greg Shaw menjelaskan, transformasi pendidikan tengah terjadi di seluruh dunia. Pendidikan harus berubah, demikian pula di Indonesia.

Menurut pengamatannya, pendidikan di Indonesia sangat dipacu oleh ujian. Konten masih menjadi hal utama pada pengajaran. Sehingga guru masih menjadi pusat proses belajar mengajar. 


Halaman:

Editor: anef

Tags

Komentar

Terkini

X