Sabtu, 29 Februari 2020

Seleksi Mandiri Unpad, Uang Bukan Jaminan

- 28 April 2019, 17:07 WIB
Unpad.*/DOK. PR

BANDUNG, (PR).- Calon mahasiswa dari keluarga tidak mampu bisa mengikuti Seleksi Mandiri Unpad (Universitas Padjadjaran). Mereka yang terbukti berasal dari kalangan masyarat ekonomi tidak mampu tidak diwajibkan membayar Dana Pengembangan Pendidikan.

Plt. Rektor Unpad Rina Indiastuti mengatakan, seleksi mandiri tetap menitikberatkan kemampuan akademis, bukan sekadar kemampuan secara ekonomi.

"Saya pastikan, tidak ada (seleksi) karena mampu. Seleksi akademik dikedepankan. Jalur mandiri bagi yang tidak mampu atau UKT I, maka uang pangkal bisa gugur," kata Rina Indiastuti saat berkunjung ke kantor redaksi Pikiran Rakyat, Kamis 25 April 2019.

Ia mengatakan, dalam sistem pendaftaran nanti, tidak boleh ada pertanyaan yang meminta kesediaan calon mahasiswa membayarkan sejumlah uang. Hanya mahasiswa yang terbukti mampu yang wajib membayar Dana Pengembangan Pendidikan.

Meski belum diumumkan secara resmi, diketahui bahwa Dana Pengembangan Pendidikan dari mahasiswa yang diterima lewat seleksi mandiri paling rendah yaitu FISIP sebesar Rp 15 juta dan tertinggi Fakultas Kedokteran sebesar Rp 250 juta.

Wakil Rektor Bidang Riset, Pengabdian pada Masyarakat, Kerja Sama, dan Korporasi Akademik Unpad Keri Lestari mengatakan, angka maksimal Rp 250 juta hanya untuk Fakultas Kedoktera itu jumlahnya tak lebih dari 20 persen mahasiswa yang diterima. "Yang lain tidak segitu, ada yang tidak bayar, bahkan ada yang dibayari Unpad," katanya.

Misalnya, mahasiswa bidik misi yang nantinya disediakan asrama untuk mereka. Namun, bagi orangtua mahasiswa yang punya kemampuan membayar, harus membayar. "Supaya bisa ada subsidi silang dengan yang tidak mampu," ujarnya.

Rina Indiastuti mengatakan, dengan penetapan dana pengembangan pendidikan, Unpad dituntut memberikan pelayanan lebih. Misalnya, merintis join degree atau double degree. Dalam pelayanan pendidikan nantinya, tidak ada perbedaan mahasiswa dari tiga jalur masuk Unpad itu.

Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X