Jumat, 13 Desember 2019

Satu Persen Harta Jokowi-Ma’ruf Amin dan Prabowo-Sandiaga Uno Bisa Bantu 18.000 Orang

- 15 April 2019, 19:42 WIB
ANAK-ANAK pengungsi banjir bandang Sentani bermain di halaman Kantor Bupati Jayapura yang dijadikan tempat pengungsian di Sentani, Jayapura, Papua, Kamis 21 Maret 2019.*/ANTARA

MESKI kelak tidak terpilih menjadi pemimpin negara, para kandidat capres dan cawapres tetap bisa berkontribusi banyak untuk rakyat Indonesia. Misalnya, secuil kekayaan mereka bisa diberdayakan untuk menangani masalah pendidikan yang ada di Papua.

Pendidikan masih jadi salah satu masalah besar di Indonesia bagian timur, khususnya Papua. Akses ke sekolah beserta beragam fasilitas penunjangnya belum selayak provinsi-provinsi lain.

Kesukaran itu memicu terjadinya sejumlah masalah baru seperti tak bisanya mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) atau yang terburuk, putus sekolah.

Berbicara tentang putus sekolah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mencatat bahwa Papua merupakan provinsi dengan angka putus sekolah SMP tertinggi di Indonesia timur dalam 3 tahun ajaran belakangan.

Kalau saja para capres dan cawapres rela memberikan 1% harta yang dimilikinya untuk dibelikan laptop belajar, mereka dapat langsung memperbaiki kondisi pendidikan di Papua.

Setiap kandidat presidensial punya kekayaan yang terbilang besar. Data KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) menyebut, masing-masing kandidat punya aset kekayaan dalam bilangan miliar bahkan triliun.

Joko Widodo memiliki total aset senilai Rp 50.248.349.788, Prabowo Subianto punya kekayaan Rp 1.952.013.493.659, Ma’ruf Amin Rp 11.645.550.894, dan Sandiaga Uno Rp 5.099.960.524.965.


Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko

Tags

Komentar

Terkini

X