Jumat, 29 Mei 2020

Insentif Guru Madrasah Cukup Besar tapi Belum Terserap Penuh

- 31 Maret 2019, 18:45 WIB
ILUSTRASI guru madrasah.*/DOK. PR

PURBALINGGA, (PR).- Penyerapan insentif guru madrasah di Jawa Tengah rendah, anggaran untuk insentif guru madrasah pada 2018  mencapai Rp 330 miliar yang terserap sampai saat ini baru Rp 25,5 miliar.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimun mengatakan, Pemprov mengalokasikan anggaran hingga Rp 330 miliar untuk insentif para guru madrasah di Jawa Tengah.

"Anggaran untuk insentif guru madrasah pada  2018 mencapai Rp 330 miliar yang terserap  baru Rp 25,5 miliar. Minimnya anggaran yang terserap ini terkait proses validasi data yang masih berlangsung," kata Wagub  saat memberikan bantuan insentif  kepada perwakilan 10 orang guru madrasah di Kabupaten Purbalingga.

Guru madrasah yang berhak mendapatkan insentif, lanjutnya, yaitu guru Madrasah Diniyah (Madin), guru Taman Pendidikan Al Quran (TPQ), serta lembaga penyelenggara pendidikan keagamaan lainnya.  

Kini pihaknya masih terus memperbaharui data terkait jumlah guru madrasah yang masih aktif. "Datanya masih kita update terus, karena banyak sekali perubahan, ada yang sudah meningggal, namun masih terdaftar mengajar, ada juga data ganda mengajar pada dua atau beberapa tempat dan itu tidak bisa diterima, karena harus satu tempat mengajar, karena itu validasi data terus kita lakukan," kata Wagub,dalam kunjungannya ke Pondok Pesantren Nurul Barokah di Desa Beji, Kecamatan Bojongsari, kabupaten Purbalingga, Sabtu 30 Maret 2019. 

Berdasarkan  pendataan sementara jumlah guru pengajar keagamaan yang ada di Jawa Tengah terdata sebanyak 171.131 orang. Mereka ini yang akan mendapatkan insentif dari pemprov. Khusus  di Purbalingga tercatat ada 2.555 guru madrasah yang menerima bantuan dana insentif tersebut.

Segera didaftarkan

Sampai saat ini, beberapa daerah sudah mendapatkan insentif tersebut, antara lain di Kabupaten Pati sejumlah 11.882 orang, Kabupaten Semarang 2.700 orang dan Kabupaten Purbalingga 2.555 orang.

Ke-2.555 orang tersebut merupakan pengajar keagamaan yang berada di Madrasah Diniyah (Madin), Taman Pendidikan Al Qur’an (TPQ) maupun lembaga penyelenggara pendidikan keagamaan lain.
 
Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis kepada 10 orang penerima oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah H Taj Yasin Maimun saat kunjunganya bersilaturahmi di pondok pesantren Nurul Barokah Desa Beji Kec. Bojongsari Purbalingga.

Agar penyerapannya maksimal,  Pemprov, meminta agar  para pemangku pondok pesantren dan  guru Madin maupun TPQ yang belum mempunyai izin operasional maupun kelengkapan administrasi lainnya, untuk segera didaftarkan ke Kantor Kementerian Agama. 

Halaman:

Editor: anef


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X