Senin, 20 Januari 2020

DAK Pendidikan di Ciamis Terbesar Se-Indonesia, Rp92,3 Miliar

- 27 Maret 2019, 20:39 WIB
KEPALA Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamisa Wawan S Arifiena memberikan arahan saat Bimtek Pelaksanaan kegiatan DAK fisik bidang pendidikan tahun 2019, di gedung Islamic center Ciamis, Rabu, 27 Maret 2019. DAK pendidikan Ciamis sebesar Rp92,3 miliar, terbesar se-Indonesia.*/NURHANDOKO WIYOSO/PR

CIAMIS,(PR).- Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Ciamis menjadi penerima Dana Alokasi Khusus (DAK) 2019 untuk pendidikan sekolah dasar yang terbesar di Indonesia. Total dana bantuan dari pemerintah pusat tersebut mencapai Rp92,3 miliar.

“DAK jumlahnya sangat fantastis, terbesar se-Indonesia. Anggaran tersebut  tidak hanya untuk kegiatan fisik akan tetapi juga nonfisik. Sesuai mekanisme, pencairan dibagi menjadi tiga termin. Untuk pelaksanaannya setelah ada review dari Inspektorat,” tutur Kepala Bidang Pembinaan SD Disdik Kabupaten Ciamis, Jajang, usai Bimbingan Teknis (Bimtek) Pelaksanaan Kegiatan DAK Fisik bidang pendidikan tahun 2019, di Gedung Islamic Center Ciamis, Rabu, 27 Maret 2019.

DAK yang diterima Disdik Ciamis di tahun 2019 juga jauh lebih besar dibandingkan tahun 2018 yang hanya sebesar Rp9 miliar. Berdasarkan rincian, DAK yang diterima sebagian besar dialokasikan untuk rehabilitasi ruang kelas.

Rehabilitasi itu meliputi 906 ruang kelas yang tersebar di 288 SD yang totalnya mencapai Rp53 miliar. Ada pula rehabilitasi 37 ruang guru dengan alokasi anggaran sebesar Rp2,4 miliar dan rehabilitas tiga ruang perpustakaan sebesar Rp516 juta.

Kemudian, ada pula rehabilitasi 590 ruang toilet di 232 SD dengan dana sebesar Rp4,5 miliar. Selain itu, ada pembangunan ruang kelas baru sebanyak 72 ruang kelas di 57 SD dengan anggaran Rp10,9 miliar.

Jajang menambahkan, anggaran itu juga diberikan untuk kegiatan nonfisik. Anggaran diproyeksikan untuk pengadaan buku koleksi perpustakaan, sarana pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan (PJOK), serta pengadaan peralatan seni budaya dan kesenian tradisional.

Setiap pengeluaran harus dapat dipertanggungjawabkan

Sementara itu, Kepala Disdik Ciamis, Wawan S Arifien mengingatkan bahwa pembangunan tidak hanya berorientasi fisik, akan tetapi juga nonfisik. Guru, kata dia, diminta tidak melupakan kewajiban utamanya mendidik dan mengajar.

“Jangan sampai sibuk mengurus urusan rehab sekolah, melupakan mengurus siswa. Saya titipkan DAK yang paling besar se- Indonesia, ini adalah amanah untuk pendidikan. Sekecil apa pun pengeluaran, harus dapat dipertanggungjawabkan,” kata Wawan. Dia mengatakan, bantuan DAK yang paling besar se-Indonesia, merupakan salah satu bentuk penghargaan pemerintah pusat kepada dunia pendidikan di tatar galuh Ciamis.  

Halaman:

Editor: Vebertina Manihuruk

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Jawa Barat Network

X