Senin, 9 Desember 2019

LPTNU Targetkan Tiga Perguran Tinggi NU Berakreditasi A

- 17 Februari 2019, 10:07 WIB
ILUSTRASI pendidikan.*/REUTERS

BANDUNG, (PR).- Ketua Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) Mohamad Nasir menargetkan tiga perguruan tinggu NU bisa mendapat akreditas A pada lima tahun mendatang. LPTNU harus mengejar ketertinggalannya dengan perguruan tinggi lainnya.

"LPTNU harus berkembang lebih cepat. Karena ini baru, jadi harus lebih cepat, lebih kencang," kata Nasir usai memberi sambutan di Rapat Koordinasi Nasional LPTNU di Hotel Savoy Homann, Bandung, Sabtu 16 Februari 2018.

Ia mengatakan, setidaknya ada dua kampus yang hampir mendekati penilaian akreditasi A, yaitu 361. Kedua perguruan tinggi itu ialah Universitas Islam Malang (Unisma) dengan nilai 357 dan Universitas NU Surabaya (UNUSA) dengan nilai sekira 340. "Tiga tahun lagi bisa lah (akreditas A). Ada dua atau tiga perguruan tinggi dalam lima tahun ke depan," tuturnya.

Nasir yang juga menjabat sebagai Menteri, Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi menyadari, masih banyak perguruan tinggi NU yang belum maju. Usia PTNU masih relatif muda. Berbasis pondok pesantren, perguruan tinggi NU unggul di bidang keagamaan. Namun di bidang umum, seperti teknologi, sains, dan lainnya masih tertinggal. "Tetapi potensinya ini besar sekali," ujarnya.

Nasir mengatakan, kondisi ini tak perlu membuat takut PTNU untuk bersaing dengan perguruan tinggi lain yang sudah mapan. Era disrupsi teknologi saat ini memberi peluang untuk membuat lompatan lebih besar.

Pembelajaran bisa dilakukan melalui online learning. Jika ada kampus yang masih kekurangan dosen untuk itu, Nasir menyarankan untuk bekerja sama dengan Universitas Terbuka. 

Ia menambahkan, kerja sama dengan perguruan tinggi asing harus diperbanyak. Kolaborasi dengan kampus luar negeri akan berpengaruh pada perkembangan universitas. "Arab Saudi, 8 tahun lalu universitasnya ranking 800-an dunia. Sekarang ranking 189 di dunia. Mereka kerja sama dengan luar negeri," tutur Nasir.

Ia menuturkan, basis pesantren akan jadi tulang punggung yang sangat kuat. Dengan ketergantungan yang rendah, bisa menciptakan inovasi, maka PTNU bisa melahirkan sumber daya manusia yang tangguh dan mandiri. "Mari kita lari cepat. Mari sama-sama memajukan pendidikan tinggi di bawah NU. Tanpa kerja keras tidak mungkin mencapai hal itu," ucapnya.

Sekretaris LPTNU Lukmanul Khakim mengatakan, sejak LPTNU dilantik pada akhir 2015, perguruan tinggi NU telah mengalami kemajuan pesat. Jika sebelumnya ada 100 perguruan tinggi, kini jumlahnya mencapai 217 kampus di seluruh Indonesia.


Halaman:

Editor: Gugum Rachmat Gumilar

Tags

Komentar

Terkini

X