Kamis, 20 Februari 2020

Guru-guru Nekat Stop Paspampres, SMPN 1 Muaragembong Akhirnya Diperbaiki

- 31 Januari 2019, 08:54 WIB
PRESIDEN Joko Widodo meninjau bangunan Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Muara Gembong Kabupaten Bekasi, Rabu (30/1/2019). Sebanyak 10 dari 14 ruang kelas di sekolah tersebut rusak. Jokowi menyatakan, sekolah akan diperbaiki mulai Maret tahun ini./TOMMI ANDRYANDY/PR

AKSI nekat para pengajar Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Muara Gembong memberhentikan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) membuahkan hasil. Sekolah pun siap diperbaiki setelah dikunjungi langsung oleh Presiden Joko Widodo.

Aksi tersebut dilakukan oleh para guru saat sejumlah Paspampres melakukan sterilisasi sejumlah titik yang akan dikunjungi Jokowi. Pada Rabu (30/1/2019), Jokowi memang dijadwalkan melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Muara Gembong Kabupaten Bekasi guna menghadiri panen raya udang.

“Jadi memang sebelumnya kami diberi informasi bahwa Bapak Presiden akan datang. Kemudian kami ingin memanfaatkan momentum ini untuk melaporkan kondisi sekolah, di situ ada paspampres. Akhirnya mungkin dikomunikasikan dan datang ke sekolah,” kata Kepala SMPN 1 Muara Gembong, Imbar Jumena Kemala Pasha.

Dari pantauan “PR”, kondisi sekolah memang terlihat sudah tidak layak. Langit-langit ruang kelas sudah tidak lagi dilapisi eternit, namun langsung susunan genting. Sialnya, susunan genting itu menyisakan beberapa bolong sehingga jika hujan turun belajar mengajar bakal terganggu karena ruang kelas bocor.

Diungkapkan Imbar, terdapat 14 ruang kelas di sekolah, namun 10 di antaranya rusak. Bahkan, dua di antaranya tidak lagi digunakan karena kayu penyangga genting telah rapuh. “Khawatirnya seperti di SMAN 1 Muaragembong, rubuh pas jam pelajaran,” kata Imbar.

Seperti diketahui pada Februari 2017, ruang kelas di SMAN 1 Muara Gembong rubuh pada waktu jam pelajaran. Akibatnya puluhan siswa mengalami luka. Kebetulan SMPN 1 Muara Gembong dan SMAN 1 Muara Gembong lokasinya bersebelahan.

Dua ruang kelas yang rusak parah itu akhirnya dipakai gudang untuk menyimpan bangku-bangku yang rusak. “Sebenarnya masih ada dua ruang kelas lagi yang rusak parah juga, tapi susunan kayu penyangga genitngnya kami lihat masih bisa menahan, jadi masih bisa digunakan,” kata dia.

Salah satu guru senior, Juhaeri mengatakan, SMPN 1 Muara Gembong pertama kali didirikan pada 1983 dengan empat ruang kelas. Kemudian beberapa kali diperbaiki, yang terakhir tahun 2010. “Tahun 2010 itu dibangun empat kelas baru, tapi ya sekarang yang dua kelas bocor, kalau hujan ya anak-anak dipindah,” ucap guru mata pelajaran Bahasa Sunda yang telah mengajar di sekolah tersebut sejak 30 tahun ini.

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X