Encomotion, Masa Depan Pertanian Indonesia

- 9 Agustus 2018, 12:36 WIB
CHIEF Executive Officer BIOPS Agrotekno Muhammad Fahri Riadi (kiri) dan Chief Marketing Officer M Ikhsan Novandika (kanan) memperkenalkan teknologi teknologi pertanian Encomotion, sebuah sistem irigasi otomatis, di ruangan Lembaga Pengembang dan Inovasi Kewirausahaan ITB, Jalan Ganeca, Kota Bandung, Kamis 9 Agustus 2018.*
CHIEF Executive Officer BIOPS Agrotekno Muhammad Fahri Riadi (kiri) dan Chief Marketing Officer M Ikhsan Novandika (kanan) memperkenalkan teknologi teknologi pertanian Encomotion, sebuah sistem irigasi otomatis, di ruangan Lembaga Pengembang dan Inovasi Kewirausahaan ITB, Jalan Ganeca, Kota Bandung, Kamis 9 Agustus 2018.*

JUMLAH petani di Indonesia berkurang hingga lima juta orang selama kurun waktu 2003-2013. Nilai impor produk pertanian juga menunjukkan peningkatan hingga mencapai 58,7 miliar dolar. Data itu tidak menggembirakan bagi Indonesia yang konon hidup dari sektor agraris.

Enam anak muda berbendera BIOPS Agrotekno Indonesia menciptakan inovasi teknologi pertanian yang mereka namakan Encomotion, sebuah sistem irigasi otomatis. Meski hidup dari hasil pertanian, petani Indonesia lebih banyak bekerja secara tradisional. Termasuk urusan menyiram tanaman.

"Petani yang kami temui, ada yang menyiram tanamannya hanya berdasar feeling. Ketika menyiram tanaman, ia mendengarkan sebuah lagu. Kalau lagu itu habis, berarti sudah cukup," tutur Chief Executive Officer BIOPS Agrotekno Muhammad Fahri Riadi ketika ditemui di Lembaga Pengembangan Inovasi dan Kewirausahaan Institut Teknologi Bandung (LPIK-ITB), Kamis 9 Agustus 2018.

Padahal secara teori, menyiram tanaman tak bisa sembarangan. Jika terlalu banyak, nutrisi tanaman akan hilang terbawa air. Tetapi jika air kurang, tanaman bisa mati. Setiap tanaman juga punya kebutuhan air yang berbeda.

"Petani selama ini juga sulit meninggalkan lahannya karena ia harus menyiram tanaman setiap hari. Bahkan ada petani yang tak sempat pergi ke undangan karena harus memantau lahannya," ujar Fahri.

Encomotion hadir untuk menjawab persoalan itu. Dengan menggunakan sensor lingkungan dan alat pengendali, Encomotion mampu mengairi tanaman secara otomatis tepat sesuai dengan kebutuhannya. Setiap tanaman akan mendapat air dengan jumlah yang sama dan dalam waktu yang bersamaan.

Dengan alat ini, petani bisa menghemat air hingga 40%. Waktu penyiraman juga bisa dipangkas hingga lebih dari separuhnya. Bonusnya, dengan penyiraman yang benar produksi tanaman bisa meningjat hingga 50%.

Dalam data Badan Pusat Statistik atau BPS tahun 2013, terdapat 26,3 juta petani di Indonesia. Sekira 7,8 juta petani berada di Jawa Barat. Setiap bulan, petani mengeluarkan uang untuk pupuk saja sekitar 1,5-2 juta tiap bulan.

Halaman:

Editor: Catur Ratna Wulandari


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

x