Anak Gagal Masuk PPDB Jalur Prestasi, Orangtua Mengamuk di Sekolah

- 4 Juli 2018, 08:09 WIB
KEPALA SMAN 5 Cimahi Ajat Sudrajat menunjukkan foto kondisi sekolah yang mengalami pengrusakan oleh orangtua calon siswa karena tidak diterima pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran 2018/2019 SMAN 5 Cimahi lewat jalur prestasi.*

CIMAHI, (PR).- Orangtua calon siswa mengamuk hingga merusak fasilitas SMAN 5 Kota Cimahi, Sabtu 30 Juni 2018. Motifnya akibat anaknya ditolak dalam proses penerimaan peserta didik baru atau PPDB jalur prestasi.

Ketika dikonfirmasi, Kepala SMAN 5 Cimahi Ajat Sudrajat membenarkan hal tersebut, Rabu 4 Juli 2018. "Memang kemarin anak tersebut mendaftar PPDB jalur prestasi. Hasil penilaian panitia, calon peserta didik yang bersangkutan tidak memenuhi kriteria. Ternyata terjadi perusakan di sekolah," ujarnya ditemui di ruang kerja di Jalan Pecinan Kota Cimahi.

Menurut dia, pertimbangan penolakan itu juga termasuk sikap anak tersebut yang kerap berbuat onar di sekolah asal.

Kejadian tersebut berlangsung pada Sabtu 30 Juni 2018 pada hari keputusan PPDB jalur prestasi di SMAN 5 Kota Cimahi. Sekitar pukul 17.30 WIB, orangtua calon siswa datang ke sekolah dan merusak sejumlah barang. Di antaranya sejumlah pot bunga terguling, pecah, dan  tanahnya berserakan.

Tak hanya pot saja yang dirusak, orangtua siswa memecahkan kaca meja tamu di ruang Wakil Kepala SMA Negeri 5 Kota Cimahi.

loading...

"Saya tidak tahu persis juga kejadiannya karena saya di sekolah sampai sore, lalu pulang. Malamnya, di sekolah tinggal penjaga sekolah sama petugas yang bersih-bersih, tahu-tahu ada yang datang guling-gulingkan pot tanaman, lalu ruang Wakasek terbuka dia masuk dan kaca meja pecah. Saya diberitahu dan langsung datang ke sekolah, sebagian guru juga berdatangan dan lihat kerusakannya. Kalau kejadian berlangsung siang dan masih banyak pendaftar mungkin bakal panik," katanya.

Bersikap buruk sehingga ditolak PPDB jalur prestasi

Data yang diajukan pihak orangtua, anaknya memiliki prestasi di bidang olahraga renang. Namun, pihak SMAN 5 Cimahi tidak menerima yang bersangkutan karena karakter dan sikap anak yang dinilai bisa membawa dampak buruk bagi sekolah ke depannya. 

"Ada laporan dari guru olahraga di sekolah asalnya dan pelatih renangnya, anak tersebut pernah merusak jok motor guru, menuliskan kata-kata tidak pantas saat kelulusan. Jadi itu alasannya kami tidak bisa meluluskan dia, karen karakter dia khawatir mempengaruhi siswa lain nantinya," kata Ajat.

Pihak sekolah sempat melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Cimahi. Akhirnya, orangtua calon siswa datang kembali ke sekolah pada Senin 2 Juli 2018 mengakui perbuatannya. Ia pun sudah membuat permintaan maaf secara tertulis.

Halaman:

Editor: Ririn Nur Febriani


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X