Kemenristekdikti Cabut 20 Regulasi demi Hadapi Disrupsi Teknologi

- 5 Juni 2018, 12:08 WIB

JAKARTA, (PR).- Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir mengungkapkan bahwa sistem pendidikan di Indonesia harus adaptif dan fleksibel agar relevan dengan tantangan Revolusi Industri 4.0.

Untuk mendukung tujuan tersebut, Kemenristekdikti melakukan penyederhanaan regulasi dengan mencabut kebijakan yang dianggap tidak relevan dengan perkembangan zaman.

"Kami sudah mencabut lebih dari 20 Permen (Peraturan Menteri) yang sudah tidak relevan. Kurikulum kita harus ada penyesuian menghadapi revolusi industri 4.0 dan ‘distruptive innovation’. Para dosen dan pimpinan harus tahu tentang perubahan perubahan ini, saya harus sampaikan kebijakan Kemenristekdikti,” katanya.

“Ada yang  sudah tahu, ada yang belum, oleh karena itu harus ada penyeragaman informasi tentang perubahan perubahan tersebut," ujar Mohamad Nasir di Kantor Kemenristekdikti, Jakarta, Selasa 5 Juni 2018.

Ia menuturkan, selain penyederhanaan regulasi, penyesuaian sistem pembelajaran berbasis teknologi juga harus mulai dibangun secara masif. Menurut dia, Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) dan online learning merupakan program yang strategis dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0 dan  meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) Indonesia yang saat ini masih di angka 31,5%.

"Perkuliahan yang selama ini face to face di kelas, jumlah mahasiswa yang diajar hanya sedikit, tapi dengan digitalisasi, bisa lebih luas. Rakyat dari pelosok negeri seperti di luar Jawa dan Indonesia Timur juga ingin mendapatkan pembelajaran yang baik. Dengan digitalisasi, ini sangat mungkin," ujarnya.

Sebelumnya, Kemenristekdikti mendorong 90 perguruan tinggi negeri untuk mulai menyiapkan sistem PJJ. Dari jumlah tersebut, baru 51 PTN yang sudah dan siap menggelar model perkuliahan berbasis daring di antaranya Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, dan Universitas Terbuka.

Mohamad Nasir menegaskan, pendidikan tinggi di Indonesia harus melakukan perubahan yang bertujuan mengantisipasi perkembangan ekonomi dunia yang begitu cepat.

Disrupsi teknologi

Menurut dia, datangnya disrupsi teknologi hanya bisa dihadapi dengan melakukan perubahan sistem pendidikan yang sesuai zaman.

Halaman:

Editor: Dhita Seftiawan


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X