Kamis, 2 April 2020

Screening Ketat, Joki SBMPTN 2018 Akan Dipidana

- 7 Mei 2018, 11:19 WIB
PETUGAS memasang nomor peserta di ruangan yang akan digunakan pada pelaksanaan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).*

JAKARTA, (PR).- Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi H. Mohamad Nasir menegaskan akan menindak tegas pihak yang mencoba mencurangi Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2018. Menurut dia, Kemenristekdikti, panitia pusat dan kampus memiliki sistem yang bagus untuk menangkal beragam kecurangan seperti kemungkinan terjadinya praktik perjokian saat ujian.

Nasir tidak menjelaskan sistem pengamanan yang dimaksud dengan rinci. Kendati demikian, ia menjamin tes SBMPTN 2018 lebih aman ketimbang tahun lalu. Kemenristekdikti dan panitia pusat menjaga dengan ketat agar soal ujian tidak bocor.

“Tahun ini hampir tidak mungkin ada perjokian, dan jika ketahuan akan ditangkap. Tes tahun ini juga secara online sehingga screening dari awalnya sudah sanga ketat. Sistem online ini dibangun agar tidak terjadi kebocoran soal. Masalah securty safety juga kami semakin menjaga betul. Mahasiswa yang ketahuan jadi joki akan langsung di keluarkan dari kampus, sedangkan jika yang menjadi joki di luar mahasiswa akan diproses hukum,” kata Nasir di Kantor Kemenristekdikdi, Jakarta, Senin 7 Mei 2018.

Tes SBMPTN 2018 akan diikuti sebanyak 860.001 peserta. Para calon mahasiswa baru tersebut harus bersaing dengan tak kurang dari 15 siswa untuk mendapatkan 1 kursi yang tersedia. Pasalnya, sebanyak 86 PTN yang menyelenggarakan tes hanya menyediakan kuota sebanyak 128.085 kursi. “Saya berharap pelaksanaan tes besok berjalan lancar,” ujar Nasir.

Nasir menuturkan, total kuota masuk PTN tahun ini sebanyak 340.667 kursi. Kuota tersebut bisa diperebutkan melalui jalur penelusuran prestasi akademik atau SNMPTN, SBMPTN dan Mandiri.. "Artinya masih terbuka luas untuk masuk PTN impian," katanya.

loading...

Melebihi target

Ketua Panitia Pusat SNMPTN/SBMPTN 2018 Ravik Karsidi menuturkan, pendaftar tahun ini melebihi target dari yang diperkirakan sebanyak 800.000 orang. Menurut dia, pada tahun lalu, pendafat dari jalur seleksi tes langsung di masing-masing kampus tujuan tersebut sebanyak 797.023 siswa. Ravik mengimbau agar peserta tes menjalani ujian dengan jujur.

"Jumlah pendaftar terdiri atas 341.290 siswa untuk kelompok ujian sains teknologi dan 359.140 siswa untuk kelompok sosial himaniora. Untuk kelompok campuran sebanyak 159.571 peserta. Pendaftaran sudah resmi ditutup pada Jumat (27/4/2018) pukul 22.00 WIB. Dari total pendaftar tersebut diketahui ada sebanyak 678.816 siswa reguler dan 187.185 calon penerima Bidikmisi," kata Ravik.

Ia menuturkan, para peserta jangan mencoba bermain curang dalam melaksanakan tes dan tidak terpengaruh oleh iming-iming janji dari semua pihak yang tak bertanggung jawab. Pasalnya, panitia akan langsung mencoret siswa yang kedapatan curang atau memakai jasa joki ujian. "Hasil ujian akan diumumkan pada 3 Juli 2018," kata Ravik.

Halaman:

Editor: Dhita Seftiawan

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X