Rabu, 26 Februari 2020

Hasil Survei, 1 dari 10 Pelajar Mendukung Sistem Khilafah di Indonesia

- 2 November 2017, 07:58 WIB
Hizbut Tahrir, salah satu organisasi yang mendukung penerapan sistem khilafah di Indonesia.*

JAKARTA, (PR). - Hampir 20 persen siswa sekolah menengah dan mahasiswa universitas di Indonesia mendukung penerapan sistem khilafah di Indonesia. Merujuk Wikipedia, khilafah memiliki definisi kepemimpinan umum bagi seluruh kaum Muslim di dunia. Khilafah ialah sistem pemerintahan Islam yang menegakkan syariat.

Pernyataan tersebut dilansir media asing Reuters merupakan hasil survei yang dilakukan pekan ini.

Survei dilakukan Alvara, sebuah organisasi yang berbasis di Jakarta dan menjadikan 4.200 pelajar Muslim sebagai responden. Kebanyakan mereka ialah pelajar SMA dan mahasiswa di Pulau Jawa, pulau yang menampung lebih dari setengah populasi negara tersebut. Hasilnya, satu dari 10 pelajar mengaku mendukung sistem khilafah di Indonesia

Hampir satu dari empat siswa mengatakan bahwa mereka, dalam tingkat yang bervariasi, siap untuk berjihad untuk mencapai kekhalifahan.

"Ini menunjukkan bahwa pengajaran intoleran telah memasuki universitas dan sekolah menengah atas," kata juru bicara Alvara,  dalam laporannya yang dirilis pada hari Selasa, 31 Oktober 2017.

"Pemerintah dan organisasi Islam moderat harus mulai mengambil langkah nyata untuk mengantisipasi hal ini. Yang bahkan (khilafah) hadir di kalangan siswa dengan bahasa yang mudah dimengerti," ujar laporan tersebut menambahkan.

Islam moderat

Reuters menulis, Indonesia dalam beberapa tahun terakhir telah menjadi sorotan karena kasus toleransi antarumat beragama. Sebagian besar orang Indonesia mempraktikkan bentuk Islam moderat, dan terdapat penganut keyakinan minoritas seperti Hindu, Kristen, Katholik, Konghuchu, dan kepercayaan tradisional. Keanekaragaman agama diabadikan dalam konstitusi.

Survei tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar siswa tidak setuju dengan pembentukan kekhalifahan dan kekerasan Islam. Namun pihak berwenang telah berulang kali memperingatkan terhadap pengaruh radikal pemikiran radikal di antara organisasi mahasiswa dan dalam kegiatan di kampus.

Presiden Joko Widodo dan pemerintahnya berusaha menahan meningkatnya pengaruh kelompok garis rambut, terutama di perguruan tinggi dan pesantren.

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi A

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X