Senin, 27 Januari 2020

Jumlah Publikasi Ilmiah Indonesia Peringkat 3 ASEAN

- 1 Agustus 2017, 07:17 WIB

JAKARTA, (PR).- Manfaat dari diterbitkannya Permenristekdikti Nomor 20 Tahun 2017 tentang Pemberian Tunjangan Profesi Dosen dan Tunjangan Kehormatan Profesor mulai terlihat. Para dosen dan profesor menjadi lebih produktif dalam menulis jurnal ilmiah. Hal tersebut tercermin dari jumlah publikasi ilmiah bereputasi internasional per 31 Juli 2017 asal Indonesia sudah melebihi Thailand.

Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi mencatat, publikasi ilmiah asal Indonesia mencapai 9.349 dokumen, sedangkan Thailand sebanyak 8.204 dokumen. Capaian tersebut membawa Indonesia duduk di peringkat ke-3 di antara negara-negara ASEAN.

Peringkat pertama masih diduduki Malaysia (15.985 dokumen) dan Singapura (10.977) di posisi ke-2. “Tahun lalu Indonesia di peringkat ke-4, di bawah Thailand,” ucap Menristekdikti Mohamad Nasir, di Kantor Kemenristekdikti Senayan, Jakarta, Selasa, 1 Agustus 2017.

Ia menyatakan, publikasi ilmiah merupakan salah satu indikator kemajuan suatu bangsa, selain jumlah kekayaan intelektual dan tingkat kesiapan penyerapan hasil teknologi. Menurut dia, meningkatnya publikasi ilmiah menandakan aktivitas penelitian sebagai motor bagi kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi dan inovasi dari sebuah negara berjalan dengan baik. 

“Publikasi ilmiah itu terindeks Scopus. Saya yakin, tak lama lagi publikasi ilmiah internasional Indonesia akan melampaui Singapura pada akhir tahun ini. Penelitian di perguruan tinggi dan lembaga penelitian harus terus produktif untuk mencapai target itu. Untuk mendongkrak semangat melakukan penelitian dan publikasi ilmiah, Permenristekdikti itu cukup membantu,” katanya.

Permenristekdikti Nomor 20 Tahun 2017 mengamanatkan setiap dosen wajib membuat jurnal ilmiah dan dipublikasikan di Scopus minimal sekali dalam setahun, sedangkan profesor dua tahun sekali. Jika tak mampu memenuhi amanat tersebut, tunjangan dosen dan tunjangan profesornya dihentikan. “Sehingga mahasiswa S2 dan S3 memiliki semangat lebih untuk berpublikasi terideks global, juga berkontribusi mendorong laju publikasi dimaksud,” ujarnya.

Naris mengatakan, Kemenristekdikti menargetkan 15.000 publikasi pada tahun ini. “Capaian ini sangat menggembirakan di tengah persiapan bangsa Indonesia dalam menyambut peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-22 yang akan berlangsung di Makassar,  6-13 Agustus 2017,” ujarnya.***


Editor: Dhita Seftiawan

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Jawa Barat Network

X