Ancaman Nadiem Makarim ke Kampus yang Tak Ajukan Bantuan UKT: Kena Sanksi Alokasi Anggaran

- 4 Agustus 2021, 19:41 WIB
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim /Pikiran Rakyat


PIKIRAN RAKYAT - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim menegaskan pihaknya akan memberikan sanksi kepada perguruan tinggi yang tidak mengajukan bantuan uang kuliah tunggal (UKT), padahal ada mahasiswa yang membutuhkannya.

"Jika ditemukan, perguruan tinggi tidak mengajukan bantuan UKT padahal mahasiswa membutuhkan maka perguruan tinggi tersebut akan mendapatkan sanksi berupa penalti kinerja yang berdampak pada alokasi anggaran,” ujar Nadiem dalam peresmian lanjutan bantuan kuota internet dan bantuan UKT 2021 di Jakarta, Rabu, 4 Agustus 2021

Bantuan UKT tersebut harus diberikan 100 persen digunakan untuk bantuan UKT mahasiswa dan memastikan mahasiswa tidak ada yang sampai putus sekolah tanpa bantuan keuangan.

Baca Juga: Antony Blinken ke Menlu Retno: Indonesia Mitra Demokrasi Kuat Bagi AS

Dikutip dari Antara, Kemendikbudristek kembali menyalurkan bantuan Rp745 miliar bagi mahasiswa terdampak Covid-19 melalui bantuan UKT pada 2021.

Bantuan tersebut diberikan sesuai besaran UKT, maksimal Rp2,4 juta. Jika UKT lebih besar dari Rp2,4 juta, selisih UKT akan menjadi kebijakan perguruan tinggi sesuai dengan kondisi mahasiswa.

Adapun sasaran bantuan UKT ini mahasiswa aktif, bukan penerima program Bidik Misi, serta kondisi keuangan memerlukan bantuan UKT pada semester ganjil 2021.

Syarat dan mekanisme pendataan penerima UKT

Mahasiswa yang memerlukan bantuan UKT mendaftarkan diri ke pimpinan perguruan tinggi dan pimpinan perguruan tinggi mengajukan ke penerima bantuan UKT ke Kemendikbudristek.

Bantuan UKT tersebut akan disalurkan langsung ke perguruan tinggi masing-masing.

Halaman:

Editor: Julkifli Sinuhaji

Sumber: Antara


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X